Perangi Malaria Perdhaki Kevikepan Ende Edukasi dan Damping Masyarakat

Dalam rangka eliminasi malaria, Perdhaki Kevikepan Ende NTT melaksanakan kegiatan edukasi dan pendampingan kepada warga

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Kanis Jehola
Foto Perdhaki Kevikepan Ende untuk POS-KUPANG.COM
Aksi mama di Ende bersih lingkungan perangi Malaria. 

POS-KUPANG.COM | ENDE - Dalam rangka eliminasi malaria, Persatuan Karya Darma Kesehatan Indonesia ( Perdhaki) Kevikepan Ende Nusa Tenggara Timur ( NTT) melaksanakan kegiatan edukasi dan pendampingan kepada warga di Kabupaten Ende.

Edukasi dan pendampingan melalui dua program yakni PLA (Participatory, Learning, Action) dan Usaha Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat (UKBM).

Program PLA dilaksanakan di kelurahan Paupanda, Desa Rateroru, Golulada, Aumuri dan Kebirangga. Sementara UKBM di Desa Kebirangga Selatan, Kolikapa, Nuamunu Nikalaka, Mbotulaka dan Raterote Selatan.

Update Corona Sumba Timur - Gugus Tugas Kirim Lagi 40 Swab ke Kupang

Jumat (25/9/2020) Perdhaki Kevikepan Ende melakukan pertemuan di Rumah Bina Kerahiman Ende, guna mengevaluasi sekaligus merancang keberlanjutan program untuk eliminasi malaria tersebut.

Yanuarius Padi Rada, selaku Program Manager Sub-sub Resipien Kevikepan Ende, kepada POS-KUPANG.COM, menjelaskan, PLA dan UKBM pada prinsipnya mendorong masyarakat agar masyarakat sendiri sungguh-sungguh terlibat dalam upaya eliminasi malaria.

Gubernur Viktor Tunjuk 6 Pejabat Gantikan Kepala Daerah yang Maju Pilkada 2020

Oleh karena itu, ada inovasi lagi dari PLA dan UKBM yakni Tim Malaria Desa, Mama- mama, Laskar Jentik dan Garda Desa.

Tim Malaria Desa melibatkan tokoh-tokoh kunci antara lain, pemerintah, tokoh agama dan tokoh adat untuk berdiskusi dan mendukung upaya eliminasi malaria sekaligus mendukung

Laskar Jentik, anak-anak juga dilibatkan, yakni sejak dini mereka dididik dan dibimbing untuk peduli terhadap kebersihan lingkungan sekitar terutama di lokasi genangan air seperti got, bak penampung air, kamar mandi dan kamar wc. "Jadi kegitannya anak-anak mulanya bersih sampah," ungkapnya.

Selanjutnya melibatkan kelompok ibu-ibu melakukan aksi bersih dan arisan WC- kamar mandi. "Nah mama-mama yang lakukan arisan, lalu bapa-bapa yang kerjakan kamar mandi dan wc, karena ini merupakan salah satu penting yang mesti ada," ungkapnya.

Rada menceritakan, pada 2018 lalu Perdhaki Kevikepan Ende membentuk UKBM Desa Mbotulaka dengan salah satu inovasi yakni arisan mama.

"Nah waktu itu wc di desa ini hanya empat persen saja lalu dengan arisan ini akhirnya berhasil membuat MCK dan berhasil menekan angka malaria hingga nol," ungkapnya.

Selain arisan wc dan kamar mandi, mama juga arisan tanah, yakni memanfaatkan pekarangan rumah untuk menananam tanaman obat-obattan dan sayuran.

Lalu inovasi Garda Desa yakni melibatkan orang muda dalam aksi bersih kampung dan diskusi kampung. "Ada juga melibatkan ibu hamil maksudnya supaya ibu-ibu hamil dapat pengetahuan tentang malaria," ungkapnya.

Terkait keberlanjutan program-program tersebut di atas di tengah pandemi Covid-19 ini, Rada katakan, mereka tengah merancang bagaimana pelaksanaannya sehingga tidak menyalahi protokol kesehatan penanganan Covid-19. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oris Goti)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved