Ahok Ngamuk, Bos di Pertamina yang Dicopot Tetap Digaji Tinggi,BTP: Gak Ada Kerjaan Dibayar Segitu
Komisaris utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau yang disapa Ahok kembali menjadi pusat perhatian setelah aksi marah-marahnya di un
Di tengah emosi yang meluap itu, BTP sempat mengatakan bahwa dirinya tak takut bila dilaporkan kepada Presiden.
"Cuma saya emosi juga kemarin. Mereka lagi mancing saya emosi, saya emosi laporin presiden apa? Ahok mengganggu keharmonisan," kata dia lagi.
Tak hanya temuan itu saja, Ahok juga menambahkan ada praktik di dalam tata kelola Pertamina yang tak lazim.
Baca Juga: Bebas dari Penjara dan Kini Jadi Komisaris Pertamina, Nama Ahok Masih Jadi Perbincangan Publik Internasional, Begini Kata Komnas HAM!
Termasuk didalamnya adalah, soal upah petinggi pertamina yang dirasanya aneh atau tak sesuai dengan kenyataan.
Sebab Ahok mengatakan bahwa dirinya menemukan ada seorang pejabat Pertamina masih menerima upah meskipun telah dicopot dari jabatannya.
"Tapi, masa (jabatan) dicopot gaji masih sama. Alasannya karena orang lama. Ya harusnya gaji mengikuti jabatan Anda kan. Mereka bikin gaji pokok gede semua. Jadi bayangin gaji sekian tahun gaji pokok bisa Rp 75 juta. Dicopot, enggak ada kerjaan pun dibayar segitu. Gila aja nih," tukas Ahok.
Selain itu, Ahok juga membongkar praktik tata kelola yang tak baik lainnya yakni mengenai penggantian direktur di perusahaan migas tersebut.
Menurutnya, dalam penentuan jabatan petinggi di Pertamina sangat kental dengan lobi-lobi politik serta bagi-bagi jabatan.
"Dia ganti direktur pun bisa tanpa kasih tahu saya, saya sempat marah-marah juga, jadi direksi-direksi semua mainnya, lobinya ke menteri karena yang menentukan menteri. Komisaris pun rata-rata titipan kementerian-kementerian," kata Ahok.
Kemarahaan Ahok atas kinerja bawahannya itupun sempat membuat publik heboh, sebab hal semacam itu pernah dilakukan olehnya saat masih menjabat sebagaai Gubernur DKI Jakarta.
Apa yang dilakukan Ahok hingga membuat heboh publik itu akhirnya terdengar sampai telinga Menteri BUMN, Erick Thohir.
Erick pun langsung memanggil Komut Pertamina tersebut setelah sempat jadi perbincangan.
Melansir dari Tribunnews.com, Erick pun meminta Ahok untuk fokus membenahi masalah di internal perusahaan milik negara tersebut.
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Sinulingga menambahkan bahwa Erick Thohir pada dasarnya mengapresiasi sikap Ahok.