Parodi Situasi
Parodi Situasi Minggu, 20 September 2020: Waspada Covid
Pulang dari Jakarta, Surabaya, atau Denpasar? Sama-sama perlu kewaspadaan tinggi
POS-KUPANG.COM - Pulang dari Jakarta, Surabaya, atau Denpasar? Sama-sama perlu kewaspadaan tinggi. Karena kenyataannya tidak sedikit sanak-saudara dan sahabat kenalan kita yang datang membawa serta Covid-19.
Positif! Itu masalahnya. Jadi kalau angka tiba-tiba tinggi di satu daerah, jangan heran! Jangan terkejut. Karena pelaku perjalanan begitu bebas datang dan pergi. Rapid reaktif, swab positif, dan ketakutan pun melanda warga sekitar.
***
"Terus kita mesti bagaimana?" tanya Jaki. "Tidak boleh pulang ke kampung kita sendiri? Tidak boleh datang ke kampungmu? Bagaimana? Tiket sudah ditangan. Apakah saya harus batal?"
• Helikopter BNPB Jemput Sampel Swab di Mbay
"Jadi kalau kasus bertambah kita mau tuduh siapa? Saya punya tiket sudah di tangan."
"Kamu berdua itu baru datang dari daerah merah. Sebaiknya kalau mau pulang kampung atau mau datang ke kampung orang, pastikan dulu dirimu itu negatif atau positif?"
"Jaki kamu berdua Nona Mia dan Benza mau tuduh kami berdua ini covid? Mau larang?"
"Bukan tuduh! Bukan larang! Tetapi hanya menghimbau untuk waspada?" jawab Nona Mia. "Bukan hanya menghimbau saja tetapi memastikan agar siapa pun yang masuk ke kampung kita perlu tunjukkan bukti rapid atau kalau sudah ada gejala positif covid sebaiknya jangan datang, jangan pulang dulu! Datang ke RSU dan serahkan diri untuk dirawat!"
• Ini Kata Kepsek SMA Sint Carolus Apabila Perubahan Permendikbud Berbasis Modul ITE, SIMAK INFO
"Wah, susah Nona Mia! Rapid bayar. Swab juga mahal!" sambung Jaki.
"Jadi urus dirimu sendiri Nona Mia! Jangan urus kami!" sambung Rara.
***
Sejak awal covid 19 merebak, pembawa penyakit ini terbanyak adalah pelaku perjalanan. Terutama yang datang dari luar dan masuk ke NTT. Karena itulah diharapkan supaya tinggal di rumah.
Sebisa mungkin tidak pergi keluar jika bukan karena kepentingan mendesak. Perketat pintu masuk dimana saja. Setiap orang yang masuk mesti ada bukti rapid negatif. Ikuti protokol kesehatan secara ketat agar terhindar dari bahaya.
Setiap orang yang mau pulang kampung atau pun yang mau masuk ke kampung orang, sebaiknya pastikan bebas covid terlebih dahulu!
"Pokoknya tidak!" kata Rara. "Lihat saja keadaan saya. Orang muda, sehat, ganteng, dan gaul begini. Bagaimana mungkin kamu bisa curiga saya pembawa covid?"
"Pokoknya peduli amat dengan protokol kesehatan. Peduli amat dengan positif covid. Bukankah sekarang ini juga lagi normal baru? Orang harus pergi. Orang harus kerja. Orang harus jalankan tugas-tugas. Orang harus cari nafkah!"
***
Meskipun Nona Mia bertanya apa pendapatnya, Benza diam saja. Benza tertunduk dalam-dalam. Kepalanya pusing tujuh keliling. Tidak tahu harus buat apa. NTT, secara tiba-tiba angka positif covid melambung tinggi, hampir dua kali lipat dari jumlah sebelumnya. Hampir semua pelaku perjalanan, tepatnya perjalanan dari daerah-daerah merah seperti Bali, Jatim, Bandung, dan Jakarta.
"Bagaimana menurutmu Benza?" tanya Nona Mia lagi.
"Apa yang bisa kamu bilang, Benza!" tanya Jaki. "Biasanya kamu punya banyak jurus jitu untuk tangkis berbagai masalah. Sekarang kenapa diam?"
"Ya Benza! Bagaimana sudah? Mau tunggu angka tambah tinggi lagi baru kamu bicara?"
Benza tidak benar-benar diam. Dia sedang berpikir keras. Bagaimana cara yang paling tepat untuk mengatasi pertambahan jumlah kasus positif covid. Dia merasa perlu ambil waktu untuk tenang dan diam sejenak.
***
"Koordinasi," kata Nona Mia menyadari bahwa Benza diam karena tidak ingin gegabah mengambil keputusan. "Koordinasi antara kita bertiga. Koordinasi semua institusi pemerintah maupun swasta dengan dukungan masyarakat. Semua pihak harus bekerja sama bahu membahu mengatasi covid ini.
Harus ada koordinasi untuk menghasilkan keputusan konkret bagi pencegahan pertambahan jumlah kasus positif covid. Kita harus mulai dari diri kita sendiri." "Begitukah Nona Mia?" tanya Jaki dan Rara.
"Ya," jawab Nona Mia.
Tanpa kata-kata Rara dan Jaki langsung ke laboratorium untuk rapid. Keduanya tidak akan pulang kampung apalagi datang ke kampung lain sebelum pastikan diri bebas covid. (*)