Berita Belu Terkini
Willy Lay: Penyerapan APBD Tidak Terlambat
Sebagian besar Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah (APBD) Kabupaten Belu tahun 2020 telah direalokasikan dan refocusing untuk pen
Penulis: Teni Jenahas | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS KUPANG.COM,Teni Jenahas
POS KUPANG.COM| ATAMBUA---Sebagian besar Anggaran Pendapatan Belanja dan Daerah (APBD) Kabupaten Belu tahun 2020 telah direalokasikan dan refocusing untuk penanganan Covid-19. Sedangkan pembangunan fisik seperti jalan dikurangi.
Penyerapan APBD cepat karena anggaran langsung disalurkan ke masyarakat melalui bantuan seperti BLT, JPS dan bantuan Dampak Ekonomi.
Untuk penanganan Covid-19, Pemkab Belu telah merealisasikan lewat berbagai bantuan serta pengadaan sarana dan prasarana kesehatan penanganan Covid-19 sehingga tidak ada keterlambatan penyerapan APBD.
Bupati Belu mengatakan hal itu kepada wartawan saat ditemui, Sabtu (19/9/2020). Dikatakannya, belanja modal untuk pembangunan fisik tidak banyak selama masa Covid-19. Sebagian besar APBD direalokasi untuk bantuan jaring sosial dan ekonomi akibat dampak Covid-19. Untuk pembangunan fisik sudah berjalan di beberapa dinas dan tidak ada kendala.
Terpisah Penjabat Sekda Belu, Marsel Mau Meta saat ditanya wartawan belum lama ini mengatakan, Pemerintah Kabupaten Belu mengalokasikan anggaran untuk percepatan penanganan virus corona atau covid 19 senilai Rp 15, 1 M lebih dari hasil refocusing.
Dana senilai Rp 15,1 M lebih ini diploting ke empat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yakni, Dinas Kesehatan, RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD, Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Satuan Polisi Pamong Praja.
Sedangkan anggaran penanganan sosial dan dampak ekonomi bagi masyarakat dialokasikan Rp 25 M yang telah disaluran melalui berbagai jenis bantuan seperti BLT dan JPS dan dampak ekonomi.
Sampai saat ini sebanyak 4.511 warga Kabupaten Belu telah menerima bantuan penanggulangan dampak Covid-19 dari Pemkab Belu lewat bantuan Jaring Pengaman Sosial (JPS) yang bersumber dari APBD Kabupaten Belu. Anggaran untuk bantuan JPS sebesar Rp 14 M.
OPD lainnya RSUD Mgr. Gabriel Manek, SVD telah merealisasikan anggaran penanganan Covid-19. Sesuai informasi dari Direktur RSUD Atambua, dr. Batsheba Elena Corputty, MARS, rumah sakit mendapatkan anggaran penanganan covid 19 dari Pemkab Belu sebesar
Rp 11,2 M. Dana tersebut dipakai untuk renovasi ruang isolasi, pengadaan barang dan jasa medis seperti obat, alat medis habis pakai, alat pelindung diri (APD). Kemudian, biaya makan minum bagi petugas medis selama menangani pasien Covid-19, BBM untuk rujukan sekaligus biaya perjalanan untuk rujukan pasien.
Manajemen juga menganggarakan untuk honor dokter, perawat, dan petugas kesehatan khusus penanganan pasien Covid-19.
Selain itu, pengadaan suku cadang alkes, mebel laboratorium dan perlengkapan alkesnya, tempat tidur, bedside monitoring, inkubasi, komputer, CCTV pada ruangan isolasi dan kebutuhan alat rumah tangga berupa tirai plastik, tempat sampah, ember dan kantong jenazah.
Terpisah Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Belu, Fredrikus L. B Mau,ST kepada wartawan mengatakan, satu paket proyek tahun 2020 yang dikerjakan yakni pembangunan Taman Wisata Rohani Teluk Gurita dan bangunan.
Proyek fisik senilai Rp 8,4 M itu sedangkan dikerjakan PT. Tureloto Batu Indah yang dimulai sejak awal Agustus 2020. Sejauh ini tidak ada kendala dalam pelaksanaan proyek.
Sementara dari Dinas PMD Kabupaten Belu telah merealisasi BLT Dana Desa bagi 9.650 KK yang tersebar di 69 desa dengan total anggaran sebesar Rp 14,9 M yang bersumber dari Dana Desa tahun 2020. (jen).
• Di Jakarta, Perempuan ini Dikenakan Sanksi Gara gara Turunkan MaskerBeberapa Detik di Mobil Sendiri
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/bupati-willy-lay-pastikan-new-normal-mulai-15-juni-2020.jpg)