Berita Kupang Terkini
Rayakan HUT ke 20, Rumah Perempuan Kupang Buat Terobosan Baru
Rumah Perempuan juga melakukan refleksi. Bagaimana pun juga perempuan yang tidak punya usaha dan tidak kuat secara finansial maupun
Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Rumah Perempuan Kupang merayakan HUT ke 20 tepat pada Selasa (15/9) dengan melakukan terobosan-terobosan khususnya bagi kaum perempuan. Rumah Perempuan Kupang baru memulai mendorong kelompok dampingan di bidang usaha ekonomi produktif. Perempuan-perempuan dilatih atau diberi keterampilan untuk bisa meningkatkan kehidupan ekonomi mereka.
Ketua Rumah Perempuan Kupang, Libby Ratuarat-Sinlaeloe, kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (15/9), menyampaikan bulan ini Rumah Perempuan Kupang melatih membuat moringa milk (susu jelly dari kelor) dan bagia kelor. Untuk kecantikan mereka juga dilatih meluruskan rambut dan akan dilanjutkan dengan menjahit serta pelatihan lainnya untuk meningkatkan kapasitas kelompok perempuan.
"Ketika mereka mempunyai keterampilan yang cukup jadi mereka bisa bangkit. Bila dulu orang beranggapan perempuan tidak bisa apa-apa, lemah dan tidak bisa mandiri secara ekonomi ketika mereka memiliki keerampilan ini maka bisa melakukan banyak hal. Seperti menjahit, mereka bisa menjahit masker untuk didistribusikan.
Selain untuk keluarga juga bisa untuk masyarakat yang menghasilkan uang," tuturnya.
Diakuinya program ini baru dilaksanakan karena Rumah Perempuan merasa tidak cukup hanya dengan informasi-informasi yang diberikan tapi tidak didukung dengan keterampilan.
"Sasarannya pada kelompok dampingan perempuan, korban kekerasan, keluarga dan komunitas. Jadi tujuan kami perempuan bangkit, maju dan mandiri secara finansial untuk membantu perekonomian dalam rumah tangga," tuturnya.
Koordinator Advokasi dan Pendamping Korban Wati Bagang menambahkan program ini dipersembahkan untuk pemerintah kota, kabupaten dan provinsi. Jadi program pemerintah dalam peningkatan ekonomi masyarakat, salah satunya dimainkan oleh Rumah Perempuan untuk bisa menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan ekonomi keluarga, sehingga untuk berangkat ke luar negeri bukanlah satu pilihan.
Lanjutnya, program-program refleksi Rumah Perempuan dijalankan sejak tahun 2000, kemudian 2000 sampai 2015 Rumah Perempuan mencoba untuk memenuhi hak perempuan terkait perempuan dan anak korban kekerasan.
"Dalam perjalanan waktu, Rumah Perempuan juga melakukan refleksi. Bagaimana pun juga perempuan yang tidak punya usaha dan tidak kuat secara finansial maupun kapasitas semakin terpuruk. Belajar dari pengalaman Rumah Perempuan mencoba mendesain untuk bisa membuat perempuan lebih kuat, mandiri dan maju. Hingga tahun ini Rumah Perempuan mencoba memgembangkan metode untuk meningkatkan kapasitas finansial, sehingga ketika mengalami kekerasan bisa berjuang lebih hidup tanpa ada ketergantungan dengan suami maupun keluarga," tuturnya.
Koordinator Divisi Komunikasi, Informasi dan Publikasi, Thres Siti, mengatalan Pemberdayaan ekonomi sudah lama dilakukan, fokusnya perempuan bisa mengakses anggaran di desa yang sudah diakses anggota kelompok. Semua yang dilakukan Rumah Perempuan lebih pada kolaborasi dan kemitraan. Rumah Perempuan tentu tidak bisa bekerja sendiri, harus ada kemitraan dengan pemerintah karena tanggung jawabnya adalah negara. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati).
Area lampiran
• Dukung Upaya Pemerintah, Polres Kupang Kota Fokus Lakukan Pendisiplinan Penerapan Protokol Covid-19.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/ketua-rumah-perempuan-kupang-libby-ratuarat.jpg)