Breaking News:

Berita Manggarai Terkini

Muncul Cluster Cireng Covid-19, Misa Hari Minggu Gereja St Klaus Kuwu Ditiadakan, Gereja Ditutup

dengan munculnya Cluster Cireng Covid-19, sehingga untuk sementara Gereja St Klaus Kuwu di Keuskupan Ruteng ditutup demi menc

PK/Robert Ropo
Sekjen) Keuskupan Ruteng Rm Manfred Habur 

POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Keuskupan Ruteng Rm Manfred Habur.

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | RUTENG---Dengan munculnya Cluster Cireng Covid-19, sehingga untuk sementara Gereja St Klaus Kuwu di Keuskupan Ruteng ditutup demi mencegah pandemi covid-19.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Keuskupan Ruteng Rm Manfred Habur menyampaikan itu kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (16/9/2020) pagi.

Romo Manfred menjelaskan, mengingat pandemi Covid-19 kian meningkat di Kabupaten Manggarai, ibadah misa pada hari minggu tetap dilaksanakan, namun tetap mengikuti Protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat. Dengan umat wajib menggunakan masker, mencuci tangan sebelum masuk gereja, diukur suhu tubuh dan menjaga jarak.

Namun khusus untuk gereja Paroki St Klaus Kuwu, jelas Romo Manfred, ditutup. Gereja tersebut ditutup untuk tidak melayani misa pada hari Minggu karena adanya Cluster Cireng Covid-19, sebab Cireng masuk paroki St Klaus Kuwu.

"Kita ada kebijakan untuk ikut protokol Covid-19 secara ketat. Dua minggu terakhir yang misa minggu dari rumah hanya gereja santu klaus Kuwu,"jelas Romo Manfred.

Pastor Paroki St Klaus Kuwu, Romo Gabriel Harim, Pr kepada POS-KUPANG.COM melalui sambungan telepon, Rabu (16/9/2020) mengatakan, karena adanya Cluster Cireng Covid-19, misa pada hari minggu ditiadakan, gereja paroki St Klaus Kuwu ditutup.

Penutupan gereja St Klaus Kuwu itu, kata Romo Gabriel sudah berlangsung 2 minggu sejak tanggal 6 September 2020 kemarin saat pertama munculnya kasus positif covid-19 di Cireng.

"Jadi sudah 2 minggu ini tidak ada pelayanan misa, baik di gereja paroki Kuwus maupun di gereja Kakor. Tidak ada pelayanan misa ini sampai batas waktu yang belum diputuskan,"jelas Romo Gabriel.

Romo Gabriel juga mengatakan, karena ditutupnya gereja dan pelayanan misa ditiadakan, umat melakukan ibadat sendiri di gereja, sedangkan mereka sendiri melakukan misa mingguan maupun misa harian di Pastoran. Pihaknya juga tidak melakukan misa secara virtual atau online demi mengantisipasi agar tidak ada umat yang datang langsung ke gereja.

"Jadi kita juga tidak pakai live streaming antisipasi agar umat jangan datang di gereja. Ini juga atas Instruksi bapak Uskup,"ungkap Romo Gabriel. (*)

Sekjen) Keuskupan Ruteng Rm Manfred Habur
Sekjen) Keuskupan Ruteng Rm Manfred Habur (PK/Robert Ropo)

Area lampiran

Penulis: Robert Ropo
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved