Temuan Janin Bayi di Sikka
Polisi Caritahu Siapa Pelaku Buang Bayi di Tuabao
Aparat Pospol Talibura dan Polsek Waigete kini sedang memeriksa saksi-saksi guna mengungkapkan siapa pelaku buang bayi di Desa Tuabao, Kecamatan
Penulis: Aris Ninu | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu
POS-KUPANG.COM / MAUMERE-Aparat Pospol Talibura dan Polsek Waigete kini sedang memeriksa saksi-saksi guna mengungkapkan siapa pelaku buang bayi di Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka.
Pasalnya, sampai sekarang menurut keterangan saksi mereka tidak mengetahui siapa pelakunya.
Maka itu, polisi masih berkoordinasi dengan aparat desa dan tenaga kesehatan mendata kaum ibu yang hamil atau wanita yang hamil di Desa Tuabao.
Pengungkapan kasus pelaku buang bayi ini disampaikan Kapolres Sikka, AKBP Sajimin melalui Kasubag Humas Polres Sikka, AKP Petrus Kanisius di Maumere, Selasa (15/9/2020) siang.
“Pelaku masih dicaritahu dengan memeriksa saksi-saksi. Maka itu, kita berharap warga dan aparat desa bisa membantu memberikan informasi,” kata Petrus.
Ia menegaskan, langkah penyelidikan sedang dilakukan aparat kepolisian dalam rangka mengungkap siapa pelakunya.
“Kita berharap warga tetap tenang dan mempercayai penanganan kasus ini pada polisi,” ujar Petrus.
• BREAKING NEWS: Pembuang Bayi di Sikka Terungkap, Ternyata Wanita Setengah Baya
Sebelumnya, warga Pahit, Desa Tuabao, Kecamatan Waiblama, Kabupaten Sikka, Senin (14/9/2020) malam melaporkan menemukan janin perempuan yang dibungkus dalam kantong plastik.
Janin perempuan yang ditemukan warga saat mencari mente di kebun Patrisius Nong Pit telah dilaporkan ke Pospol Talibura dan ditangani aparat Polsek Waigete.
Kejadian penemuan janin bayi perempuan yang sudah meninggal dunia ini dibenarkan Kapolres Sikka, AKBP Sajimin melakukan Kasubag Humas, AKP Petrus Kanisius, Selasa (15/9/2020) siang.
Sementara itu, data yang diperoleh POS-KUPANG.COM di Maumere, menjelaskan, peristiwa penemuan mayat berupa janin bayi berjenis kelamin perempan terjadi pada Senin (14/9/2020) malam.
Sesuai keterangan saksi kepada aparat polisi, pada Senin tanggal 14 September 2020 pagi sekira pukul 08.00 wita ada warga pergi ke kebun untuk memilih jambu mente lalu melihat di TKP ada tumpukan batu dan gemburan tanah.
Warga ini berpikir apa yang ia lihat disampaikan kepada Ketua RT supaya tanyakan apakah ada masyarakat yang kubur binatang yang mati di kebun.
Kemudian warga menanyakan kepada Pak RT bilang "bapak RT, mungkin ada yang kubur binatang mati di kebun. Lalu Pak RT menjawab bilang " Di sini tidak ada binatang yang mati" lalu warga kembali ke TKP dan selanjutnya korban kembali ke rumahnya dan karena mempunyai firasat yang tidak baik lalu langsung melaporkan ke Pospol Talibura.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/janin-tim-identifikasi-polres-sikka-sedang-melakukan-olah-tkp-kasus-penem.jpg)