Breaking News:

72 Calon Kepala Daerah Ditegur Kemendagri, Ngada Tak Dapat Teguran

Kementerian Dalam Negeri memberi teguran kepada 72 calon kepala daerah, namun Kabupaten Ngada lolos dari teguran tersebut

POS-KUPANG.COM/MICHAELLA UZURASI
Kunjungan Bupati Ngada ke Kantor Redaksi Pos Kupang. 

POS-KUPANG.COM | KUPANG - Terkait kerumunan massa yang ditimbulkan para calon kepala daerah, Kementerian Dalam Negeri memberi teguran kepada 72 calon kepala daerah, namun Kabupaten Ngada lolos dari teguran tersebut.

Bupati Ngada, Drs. Paulus Soliwoa mengungkapkan hal tersebut dalam kunjungannya ke kantor redaksi Pos Kupang pada Jumat (11/09/2020).

Diakui Paulus, sejak awal Ngada sudah menerapkan lockdown lokal, bahkan ketika gubernur sudah menyatakan NTT memasuki kehidupan normal baru dengan menerapkan standar protokol Covid-19, ia tetap bersikukuh me-lockdown daerahnya.

Gelar Pameran HUT Kota Kefamenanu, DPRD TTU Minta Pemerintah Pertimbangkan Sisi Kemanusiaan

Ketika ada pesta langsung dibubarkan. Ia juga mengerahkan semua aggota TNI - Polri untuk membantunya menjaga keamanan dan keselamatan warga Kabupaten Ngada dari virus jahat ini.

Saat salah satu bakal calon Bupati Ngada terkonfirmasi positif Covid-19, Paulus segera mengundang unsur forkopimda untuk rapat dan membagikan imbauan kepada masyarakat.

PROMO JSM Superindo 12-13 September 2020, Sania Minyak Goreng 2 Lt Rp 21.890, Belanja Makin Hemat

"Kemarin ada pesta, kasih bubar. Jangan sampai ada cluster baru lagi" kata Paulus.

"Saya bilang kondisi NTT sekarang hati - hati. Jangan sampai cluster baru lagi" tambahnya lagi.

Paulus bahkan memprovokasi Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ngada, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Ngada dan KPU provinsi dengan Bawaslu provinsi untuk menunda Pilkada.

Hadir dalam pertemuan tersebut, Pimpinan Perusahaan PT. Timor Media Grafika, Erniwaty Madjaga dan Pimpinan Redaksi Pos Kupang, Hasyim Ashari, Manager Iklan, Abdul Rahman, Koordinator Liputan, Hilarius F. Jahang.

Dalam pertemuan tersebut, Erniwaty memaparkan beberapa program yakni program membangun desa mulai dari pariwisata.

Ia berharap, bisa berkolaborasi dengan para kepala daerah agar pembangunan bisa dilakukan dari desa ke nasional. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Michaella Uzurasi)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved