Kamis, 11 Juni 2026

Ini Daftar 10 Geng Mafia Terkuat Se-Dunia, Nomor 5 Pernah Jadi Pelindung Presiden Soekarno

Ini Daftar 10 Geng Mafia Terkuat Se-Dunia, Nomor 5 Pernah Jadi Pelindung Presiden Soekarno

Tayang:
Editor: maria anitoda
Daily Beast
Ini Daftar 10 Geng Mafia Terkuat Se-Dunia, Nomor 5 Pernah Jadi Pelindung Presiden Soekarno 

Mereka terlibat dalam kekerasan antar geng dan tindak premanisme di jalanan.

BRI Buka Lowongan Kerja, Simak Persyaratannya, Batas Waktu Sampai 10 September 2020, BURUAN YUK

Warga 3 Desa di Sikka Relakan Tanahnya dan Siap Gotong-royong Buka Jalan Baru Sepanjang 3 Km

Kejari TTU Akan Panggil Sejumlah Saksi Kasus Dugaan Korupsi Dana Desa di Desa Manusasi, INFO

Percakapan di Ponsel Istri Lupa Dihapus Bongkar Perilaku Suami Cabuli Gadis Remaja Saat Rumah Sepi

Pemeritah Desa Jak Salurkan Rp 144 Juta Dana BLT Bagi 60 KPM

Bantuan Rumah Swadaya Rp 13, 500.000, Warga Koting dan Hewokloang Kini Bangun Rumah Sangat Layak

4. Crips

Selanjutnya, adalah komplotan mafia bernama Crips mereka adalah gangster terbesar di dunia yang didirikan tahun 1969 di Los Angeles.

Anggota geng mengenakan pakaian biru dan membawa bandana biru. Mereka memiliki lebih dari 30.000 hingga 35.000 anggota.

Tidak diragukan lagi, seperti Bloods mereka juga melakukan kekerasan tetapi sebagian besar korban mereka berasal dari konflik internal mereka.

5. Yakuza

Yakuza adalah mafia terkemuka asal Jepang yang namanya telah mendunia.

Syarat utama untuk menjadi anggota geng Yakuza adalah meninggalkan keluarganya, lalu mengucap sumpah setia pada kelompok ini.

Para anggota umumnya bertato berat, yang mungkin menjadi alasan tato masih dianggap tabu di Jepang.

Dikatakan bahwa Yakuza memiliki lebih dari 102.000 anggota.

6. Primero Comando Capital (PCC)

Geng terkenal selanjutnya adalah PCC, mereka adalah bagian dari sistem penjara Sao Paolo dan daerah kumuh Favela, Brazil.

Mereka terlibat dalam kejahatan seperti pemerasan, pembunuhan dan penculikan.

Geng ini sangat kuat sehingga pernah merebut seluruh kota pada tahun 2006 selama hampir satu minggu.

Mereka membunuh polisi dan membakar gedung-gedung pemerintah, setelah akhir turbulensi, setidaknya 150 orang tewas.

Sumber: Bangka Pos
Halaman 2/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved