Jumat, 12 Juni 2026

Berita Manggarai Timur

Di Manggarai Timur, Wabup Stefanus Pantau Kebakaran Hutan Poco Ndeki Gunakan Helikopter, Simak INFO

Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Timur (Matim) Drs Jaghur Stefanus didampingi Kapolres Matim AKBP Nugroho Arie Siswanto, Asisten Administrasi Perekonomi

Tayang:
Penulis: Robert Ropo | Editor: Ferry Ndoen
POS-KUPANG.COM/Prokopim Matim
Helikopter milik BNPB yang digunakan Wabup Stefanus Jaghur saat pantau kebakaran hutan di Poco Ndeki. 

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo

POS-KUPANG.COM | BORONG---Wakil Bupati (Wabup) Manggarai Timur (Matim) Drs Jaghur Stefanus didampingi Kapolres Matim AKBP Nugroho Arie Siswanto, Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Mikael Jaur dan Kabid Kedaulatan Logistik BPBD Kabupaten Manggarai Barat Paul Kasito melakukan pantauan dari udara secara langsung kebakaran hutan yang terjadi di gunung Poco Ndeki, Kelurahan Kota Ndora, Kecamatan Borong.

Pantauan udara dilakukan dengan menggunakan helikopter milik BPBD Kabupaten Manggarai Barat pada Selasa (8/09/2020).

Usai pemantauan Wabub Matim Drs. Jaghur Stefanus dalam siaran pers Prokopim Setda Matim yang diterima POS-KUPANG.COM, Rabu (9/9/2020) menjelaskan, berdasarkan hasil pantauan udara masih terlihat asap yang mengepulyang diperkirakan berasal dari pohon-pohon yang lapuk. Secara umun titik api di lokasi kebakaran sudah dipadamkan.

Wabup Stefanus juga mengatakan, kemarin dan Senin malam titik api di lokasi kebakaran terlihat cukup banyak namun warga masyarakat di sekitar gunung Poco Ndeki langsung bergerak menuju lokasi dan melakukan pemadaman.

Kapolres Matim, AKBP Nugroho Arie Siswanto mengatakan, Polres Matim menghimbau warga masyarakat yang berada sekitar Poco Ndeki dan masyarakat Manggarai Timur seluruhnya untuk bersama memadamkan api dan mencegah meluasnya titik api.

Selain itu juga disampaikan kepada seluruh masyarakat agar saat membuka lahan tidak melakukan pembakaran lahan karena efeknya akan merugikan banyak orang. "Membakar hutan memang akan menghasilkan tanah yang subur namun hanya sesaat saja, untuk selanjutnya unsur-unsur hara yang ada di bawah tanah akan hilang dan potensi kebakaran yang lebih luas akan merugikan banyak orang,"ungkap Kapolres Nugroho. (*)
Area lampiran

Helikopter milik BNPB yang digunakan Wabup Stefanus Jaghur saat pantau kebakaran hutan di Poco Ndeki.
Helikopter milik BNPB yang digunakan Wabup Stefanus Jaghur saat pantau kebakaran hutan di Poco Ndeki. (POS-KUPANG.COM/Prokopim Matim)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved