Sengketa Batas Indonesia & Malasyia, Jiran Klaim 2,16 Km Lahan di Sebatik-Kaltara, Panen Dirampas

Sengketa perbatasan Indonesia dan Malaysia kemali mengemuka. Kali ni negeri jiran itu menggrogoti pertanian milik masyarakat di Sebatik , Kalimantan u

Editor: Alfred Dama
KOMPAS/PRASETYO EKO PRIHANANTO
Ilustrasi: Desa Sei Limau, Kecamatan Sebatik Barat, Pula Sebatik, Kabupaten Nunukan adalah salah satu desa yang berbatasan langsung dengan wilayah Malaysia. 

Sengketa Batas Indonesia & Malasyia, Jiran Klaim 2,16 Km Lahan di Sebatik-Kaltara, Panen Dirampas

POS KUPANG.COM -- Sengketa perbatasan Indonesia dan Malaysia kemali mengemuka. Kali ni negeri jiran itu menggrogoti pertanian milik masyarakat di Sebatik , Kalimantan utara

Bukan itu saja, hasil petani milik petanipun dirampas bahkan jalan ke kecamatan juga diambil oleh Malaysia 

Sekitar 2,16 km lahan di Kalimantan Utara, diakui oleh Malaysia.

Hal ini memunculkan polemik dan keresahan warga, sebab untuk menuju kantor camat pun, kini jalannya sudah diakui oleh Malaysia.

Melansir Kompas.com, puluhan hektar lahan perkebunan dan persawahan milik warga Sebatik, Nunukan, Kalimantan Utara masuk dalam wilayah Malaysia

Badan Informasi Geospasial (BIG) bersama Jabatan Ukur dan Pemetaan (JUPEM) Malaysia pada Juni 2019 diketahui mengukur ulang batas negara dan terkejut dengan hasilnya.

Kepala Desa Seberang, Kecamatan Sebatik Utara, Hambali mengatakan, puluhan warga terdampak kini dirugikan dengan status kepemilikan lahan.

Emosi Raffi Ahmad Pecah, Rumah Tangganya Terus Disorotan,Bela Nagita Usai Disindir Ibu Ayu Ting Ting

Isu Warga Timor Leste ingin Kembali ke NKRI Hanya Hoaks, Fakta Termiskin ke 152 dari 162 Negara

Reza Artamevia 2 Kali Tersandung Narkoba,Aaliyah Massaid Bereaksi Sampai Tutup Kolom Komentar Medsos

Cantik Nagita Slavina Tak Hilang Saat Pakai Rok Bolong Sampai Ginjang Netizen Terguncang, Harganya?

"Ada sekitar 44 warga yang mengaku dirugikan karena sebagian lahan mereka masuk Malaysia ," ujarnya, Jumat (4/9/2020), dikutip dari Kompas.com.

Hambali menyebut, ada sekira 2.16 km lahan yang dinyatakan masuk Malaysia akibat pergeseran patok batas negara.

"Sebagian besar warga ada kepemilikan sertifikat, data kita sekitar 44 orang, mereka menggarap lahan, berkebun dan bertani di sana sejak lama," katanya.

Pergeseran patok ini juga sempat mengakibatkan cekcok antara masyarakat Indonesia dan Malaysia

Pasalnya, masuknya sebagian lahan warga Sebatik menyebabkan warga Malaysia berusaha menggarap sawah di sana.

Mereka bahkan bersikeras akan mengambil hasil kebun atau sawah di lahan tersebut.

Perdebatan sengit itu membuat warga menjerit, karena tak kunjung ada kepastian kepemilikan tanah yang sah.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved