Breaking News:

Pilkada NTT, Ahmad Atang : Dalam Politik Menang Kalah Adalah Takdir

Dr. Ahmad Atang, Msi mengatakan dalam politik, menang dan kalah adalah takdir, maka siapapun harus menerima takdirnya dalam politik

POS-KUPANG.COM/RAY REBON
Dr. Ahmad Atang 

POS-KUPANG.COM | KUPANG-- Pengamat politik dari Universitas Muhammadiyah Kupang, Dr. Ahmad Atang, Msi mengatakan dalam politik, menang dan kalah adalah takdir, maka siapapun harus menerima takdirnya dalam politik.

"Hari ini telah berlangsung satu tahapan pilkada, yakni pendaftaran pasangan calon," kata Ahmad Atang kepada POS-KUPANG.COM, Jumat (04/09/2020).

Dikatakan Ahmad, Pada tahap ini pasangan calon yang mendaftar tentu memenuhi syarat dukungan dari partai politik ataupun koalisi partai politik.

Dua Pasangan Bakal Calon Bupati-Wabup Resmi Mendaftar di KPU Sabu Raijua

Dengan mendaftarnya pasangan calon, tidak otomatis paslon tersebut bakal menjadi peserta pilkada karena akan dilakukan verifikasi administrasi oleh KPU sebagai penyelenggara.

Menurut Ahmad, Jika ditemukan dukungan ganda atau persyaratan lainnya yang belum terpenuhi, maka akan diberikan tenggang waktu perbaikan jika ada yang kurang. Dengan demikian, paslon dapat menjadi calon manakala telah memenuhi syarat dukungan.

Tenaga Kesehatan Terpapar Covid-19, Ini Pernyataan Direktur RS Siloam

Maka tidak menutup kemungkinan, kata Ahmad, akan ada yang didiskualifikasi jika tidak memenuhi syarat administrasi.

Melihat dinamika pendaftaran hari ini, masing-masing pasangan calon pada setiap daerah tampil dengan simbol-simbol daerah seperti pakaian, penutup kepala, tarian dan atribut lainnya memberikan pesan bahwa nuansa lokal menjadi referensi politik.

Ahmad mengatakan, ada makna religiusitas lokal sebagai lambang kekuatan, karena pilkada bukan hanya proses politik simbolik untuk menentukan siapa menang dan siapa kalah namun sebagai ritual "perang" dan harga diri.

Pada titik ini, menurut Ahmad, masyarakat sebagai pendukung ikut larut dalam dialetika yang disuguhkan oleh panggung politik pilkada. Genderang pilkada yang mulai hari ini ditabu, maka masyarakat pada 9 kabupaten akan mengikuti proses tersebut hingga 9 desember mendatang.

"Kurang lebih 3 bulan masyarakat akan memilah dan memilih siapa yang mampu memberi jaminan akan perbaikan nasib mereka, baik ekonomi, pendidikan, kesehatan dan infrastruktur dasar, sehingga mereka akan memberikan kedaulatannya kepada pasangan atau partai yang dipercaya," lanjut Ahmad

"Dia berharap agar proses politik ini berjalan secara tertip, aman dan damai dengan tidak menafikan dinamika yang menyertainya. Politik adalah sarana persaingan dan konflik untuk menentukan siapa yang terbaik dari yang baik, maka masyarakat diharapkan memiliki kedewasaan dalam berpolitik agar mampu membedakan mana yang mudarot dan mana yang bermanfaat," tutup Ahmad. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ray Rebon)

Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved