Masyarakat Golo Lewe, Mabar Akhirnya Menikmati Penerangan Listrik dari PLN
Warga di Desa Golo Lewe, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai akhirnya menikmati penerangan listrik dari PT PLN
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | RUTENG---Warga di Desa Golo Lewe, Kecamatan Kuwus Barat, Kabupaten Manggarai akhirnya menikmati penerangan listrik dari PT PLN.
Penyalaan listrik Desa bagi warga Desa Golo Lewe tersebut sebagai kado kemerdekaan 75 tahun yang diberikan oleh PLN ULP Ruteng. "Bertepatan awal bulan September 2020 yakni hari Selasa, 1 September 2020 PLN ULP Ruteng memberikan kado kemerdekaan 75 tahun untuk masyarakat Desa Golo Lewe, merdeka dari kegelapan,"ungkap Kepala PLN ULP Ruteng, Firman Jayusman kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (2/9/2020).
• Sinopsis Do You Like Brahms? Drakor Terbaru Bergenre Romance Dibintangi Kim Min Jae dan Park Eun Bin
Dijelaskan Firman sebanyak 105 pelanggan di Desa Golo Lewe sudah memenikmati listrik dari PLN. Sedangkan warga lain di desa tersebut sedang dalam proses permohonan sambungan.
Dikatakan Firman, terkait kado yang diberikan oleh PLN itu, Warga Desa Golo Lewe menyambutnya dengan gembira.
• Yuk Siswa SD 4-6, Buatlah 5 Pertanyaan Tanya kepada Narasumber Saat Wawancara TVRI 3 September 2020
"Kemarin, Selasa (1/9/2020) kami rombongan dari PLN ULP Ruteng di terima dengan suka cita oleh masyarakat desa Golo Lewe dengan kegiatan adat desa setempat,"ungkap Firman.
Sementara itu, warga Desa Golo Lewe
yang juga sebagai Kepala desa Golo Lewe Alesandro Da Silva Baut mengatakan, masyarakat Pelanggan menyampaikan terima kasih banyak kepada Pemerintah dan pihak PLN karena telah memberikan pelayanan listrik kepada masyarakat setempat.
"Saya atas nama Pemerintah Desa dan masyarakat Golo Lewe menyampaikan terima kasih banyak kepada Pimpinan PLN dan Pemerintah karena masyarakat Golo Lewe sudah terlayani listrik hampir mencapai 80 persen,"ungkap Alesandro.
Alesandro juga mengatakan Desa Golo Lewe ini memiliki tujuh anak kampung. Dari 7 kampung ini 5 kampung sudah masuk jaringan listrik PLN tinggal 2 anak kampung yang belum memenikmati aliran listrik. Selama listrik belum masuk warga hanya menggunakan genzet untuk penerangan malam hari dengan mengeluarkan biaya untuk pembelian bahan bakar sangat besar hingga mencapai Rp 1 juta selama sebulan. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)