Breaking News:

Siapkan Tangga Fleksibel Sementara

Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang, Tellendmark J Daud, menyambut positif atas peluncuran Bus Rapid Transit Kota Kupang

POS-KUPANG.COM/F MARIAN NUKA
Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang Tellendmark J Daud, Selasa (30/6/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Ketua Komisi III DPRD Kota Kupang, Tellendmark J Daud, menyambut positif atas peluncuran Bus Rapid Transit Kota Kupang yang sudah lama ada di Dinas Perhubungan Kota Kupang.

Tellend mengatakan dengan diluncurkan bus ini pihak pengelola dapat memanfaatkan bus tersebut secara baik. Kemudian melayani rute-rute yang belum terlayani dan pemasukannya bisa membiayai operasional kendaraan. Agar umur pemakaian dan pemanfaatannya bisa dipergunakan dalam waktu lama.

"Jangan sampai baru satu atau dua tahun sudah rusak yang akhirnya bantuan yang diberikan jadinya mubazir," tuturnya.

Jagoan PDIP NTT di Pilkada Serentak 2020 Final

Diharapkan bus ini bisa membiayai operasionalnya dan tidak membebani APBD. "Bila benar-benar fokus untuk memenuhi kebutuhan masyarakat terhadap angkutan umum dan memang ada bus-bus yang tidak beroperasional lagi segera dianggarkan agar bisa melayani trayek-trayek.

Sekarang baru diserahkan lima bus ke koperasi, sementara bus-bus lainnya pengelolaannya ada dinas perhubungan bukan dipakai untuk umum.

Realisasi Pajak Daerah Pemkot Kupang Tahun 2019 Lampaui Target

Bila mau dipergunakan untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat dalam bentuk angkutan umum, maka harus diserahkan ke koperasi, dengan catatan harus ada pengalihan status dari status kendaraan dinas ke angkutan umum yang ada hubungannya dengan administrasi yang perlu dianggarkan," jelasnya.

Kemudian, kata Tellend, perbaikan anggaran oleh Dinas barulah diserahkan ke koperasi untuk mengelola.

Ia jug menanggapi terkait shelter bus yang belum tersedia. Karena persoalannya tidak saja halte sekedar tempat tunggu. Tapi selain untuk mengakut penumpang juga mudah naik ke atas bus.

Sementara ini, lanjutnya, penumpang naik ke dalam Bus menggunakan pintu depan.

Menurutnya, itu menangganggu, apalagi dalam masa pandemi covid ini. Jarak tidak bisa dijaga.

"Bila sementara belum ada shelter dikhususkan untuk bus maka buat tangga fleksibel untuk akses naik turun bus. Jadi bukan berhenti di halte-halte yang ada karena itu tempat tunggu angkutan kota kecil. Bila gunakan halte harus disesuaikan dengan kebutuhan. Agar pelayanan maksimal kepada masyarakat, selain biayanya murah, nyaman juga enak," tutupnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Penulis: Yeni Rachmawati
Editor: Kanis Jehola
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved