Renungan Harian Katolik

Quia Eius Verba Sunt Powerful: Sebab PerkataanNya Penuh Kuasa

Yesus mengajar, dan banyak orang takjub karena perkataanNya penuh kuasa. Sungguh Ia berkuasa dalam kata dan perbuatan.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Yudel Neno 

Renungan Harian Katolik, Selasa 1 September 2020

Quia Eius Verba Sunt Powerful: Sebab PerkataanNya Penuh Kuasa (Lukas, 4:31-37)

Oleh: RD. Yudel Neno

POS-KUPANG.COM - Setelah Yesus ditolak di Nazaret, daerah di mana Ia berasal, Ia bertolak ke suatu tempat yang lain yakni Kapernaum, sebuah kota di Galilea untuk mengajar.

Yesus tidak putus asa, karena yang Ia wartakan bukanlah kehendak manusia, melainkan kehendak BapaNya. Sebagaimana Ia pernah mengatakan bahwa makananNya ialah melakukan kehendak BapaNya.

Yesus mengajar, dan banyak orang takjub karena perkataanNya penuh kuasa. Sungguh Ia berkuasa dalam kata dan perbuatan.

Kata yang penuh kuasa itu terletak pada konsentrasi bahwa Allah yang sesungguhnya adalah Allah yang berpihak dan berperhatian terhadap orang miskin, Allah yang membawa pembebasan kepada orang-orang tawanan, penglihatan bagi orang-orang buta, Allah Pembebas orang-orang yang tertindas, dan terutama untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang, yakni DiriNya Sendiri (Luk 4:18-19).

Kata-kata yang penuh kuasa itu pun mampu menghardik iblis yang selalu mengganggu perkanjangan iman umat manusia akan Allah. Iblis tahu, bahwa kata-kata itu berasal dari Allah. Saking kuatnya kuasa itu berkarya sampai si iblis pun tahu bahwa Allah-lah yang datang itu.

Setan sebetulnya ingin protes tetapi kuasanya tidak sekuat Yesus. Kuasa yang terkandung dalam nada protesnya terlalu lemah. "Hai Engkau, Yesus orang Nazaret, apa urusanMu dengan kami?"

Setan terkesan ingin menghardik, tetapi sebetulnya ia ketakutan. "Engkau datang hendak membinasakan kami? Akhirnya apa yang ia takutkan, ia sendiri jawab. Aku tahu siapa Engkau: Yang Kudus dari Allah" (Luk 4:34).

Diam dan keluarlah daripadanya, dan setan itupun keluar tanpa menyakitinya. Sungguh kuasa Allah, tatkala berkarya, Ia berkarya tanpa menyakiti. Kata yang penuh kuasa sungguh membebaskan. Hal membebaskan, yang datang dari Allah, memang mendatangkan takjub.

Doa : Ya Tuhan, tuntunlah kami dalam karya pewartaan SabdaMu, agar kuat kuasaMulah yang berkarya mengetuk pintu hati umatMu, semakin sadar dari hari ke hari, sebagaimana SabdaMu yang penuh kuasa itu. Amin.

NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved