Breaking News:

Berita NTT Terkini

Pertamina Klarifikasi Isu Kelangkaan BBM di NTT

Dalam sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Inche DP Sayuna bersama Aloysius Malo Ladi, pihak Pertamina Area NTT memberikan klarifikasi sesuai un

POS-KUPANG.COM/RYAN NONG 
Sales Area Manager Pertamina NTT, Ahmad Tohir (kiri) memberi klarifikasi saat sidang DPRD NTT pada Selasa (1/9) pagi.  

Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ryan Nong 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Pihak Pertamina Area NTT memberikan klarifikasi terkait isu kelangkaan BBM yang terjadi di wilayah NTT. 

Klarifikasi dilakukan oleh Pertamina Area NTT dalam sidang DPRD yang berlangsung di Ruang Kelimutu Gedung DPRD NTT pada Selasa (1/9) pagi. 

Dalam sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Inche DP Sayuna bersama Aloysius Malo Ladi, pihak Pertamina Area NTT memberikan klarifikasi sesuai undangan DPRD NTT. 

Sales Area Manager Pertamina NTT, Ahmad Tohir mengatakan, BBM di NTT yang didistribusikan di 8 terminal BBM dipasok dari terminal Balikpapan Kalimantan. 

Pertamina NTT, kata Ahmad Tohir, menyalurkan BBM kepada 70 SPBU di seluruh NTT. 

Jika sebelumnya kuota BBM ditetapkan per kabupaten maka sejak Mei 2020, berdasarkan penugasan dari BPH Migas RI, Pertamina menyalurkan BBM langsung sesuai penetapan kuota hingga penyalur. 

"Kekuasaan BPH Migas, kami terima, kami salurkan dan kami harapkan tidak ada kendala di lapangan," katanya. 

Ia mengakui, terkait pelaksanaan penyaluran, kondisi di lapangan terkadang tidak sesuai dengan penugasan Pertamina. Ia bahkan menyebut, ada wilayah yang kuotanya over. 

"Kami juga kesulitan karena kami terima angka jadi saja, karena kami tidak ada kuasa menolak, misalnya Sumba Timur, kami mendapatkan penugasan saja. Di Kupang, contohnya, mereka melakukan pengaturan kuota per SPBU, haris evaluasi kembali dan koordinasi dengan pemerintah daerah," katanya. 

Informasi Sebaran Titik Panas di Provinsi NTT Terkini

Ia menyebut, seharusnya SPBU tidak boleh mengeluarkan diatas kuota misalnya untuk pembelian jerigen. 

Pada Juli 2020, terjadi kelangkaan BBM di beberapa daerah seperti Kabupaten Lembata, TTU dan Malaka. Di Lembata, harga premium bahkan mencapai Rp 50 ribu per botol. (hh) 

Sales Area Manager Pertamina NTT, Ahmad Tohir (kiri) memberi klarifikasi saat sidang DPRD NTT pada Selasa (1/9) pagi. 
Sales Area Manager Pertamina NTT, Ahmad Tohir (kiri) memberi klarifikasi saat sidang DPRD NTT pada Selasa (1/9) pagi.  (POS-KUPANG.COM/RYAN NONG )
Penulis: Ryan Nong
Editor: Ferry Ndoen
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved