Timor Leste Sudah Dimanja Indonesia Tapi Ngotot Ingin Pisah, Kini Paling Miskin, Koruptor Merajalela
Hampir semua program pembangunan diarahkan ke provinsi termuda Indonesia itu untuk mengejar ketertinggalan dari wilayah Indonesia lainnya
Timor Leste Sudah Dimanja Indonesia Tapi Ngotot Ingin Pisah, Kini Paling Miskin, Koruptor Merajalela
POS KUPANG.COM -- Timor Leste semasa bergabung dan menjadi provinsi ke 27 Indonesia mendapat perhatian penuh dari Pemerintah Indonesia
Hampir semua program pembangunan diarahkan ke provinsi termuda Indonesia itu untuk mengejar ketertinggalan dari wilayah Indonesia lainnya
Perhatian pusat yang begitu besar ke Timor Timur membuat provinsi tetangganya yaitu NTT kurang diperhatikan
Meski demikian kelompok-kelompok tertentu di Timor Timur juga terus berupaya melepaskan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia
Tekanan dunia internasional yang didalangi Australia dan Portugal membuat Indonesia harus menerima opsi menyelanggarakan refrendum untuk memimilih opso otonomis khusus
• Polsek Dibakar , KSAD Tegaskan Pecat Anggota TNI AD yang Terlibat Perusakan Polsek Ciracas
• Israel Musuhan dengan Indonesia, Tapi Media Zionis Puji Gus Dur Gambarkan Kehebatannya Tokoh NU
• Jeremy Teti Ungkap Alasan Menjomblo Hingga 52 Tahun, Sang Presenter Ungkap Alasannya Tetap Sendiri
Referendum yang sepenuhnya diselenggarakan oleh PBB dalam lembaga Uninamet itu menghasilkan sektar 76 warga Timor Leste menolak otonomi khsusus
Saat pengumuman hasil jejak pendapat pada awal Septemer 1999, terjadi kris luar biasa di Timor Leste. Akibatnya PBB memaksa masuk ke Timor Leste dengan tujuan mengatasi milisi yang membuat situasi di Timor Timur rusuh.
Akhinyr PBB membentuk satuan tugas INTERFET untuk mengatasi masalah. Saat INTERFET mendapat di Timor Leste, pasukan TNI dan Polri pun berangsur ditarik dari wilayah itu.
Dan, hampir 1 jura orang Timor Timur mengungsi ke Timor Barat wilayah NTT dan sebagian lagi ke wilayah lain di Indonesia
Kini setelah 20 tahun lepas dari Indonesia, kondosi Timor Leste makin terpuruk. Kemiskinan merejalelali hingga korupsi. Pengangguran luar biasa juga terjadi di negara miskin itu.
Namun, 21 tahun lalu hari ini, tepatnya 30 Agustus 1999, Timor Leste (dulu dikenal Timor Timur) mengadakan jajak pendapat atau referendum untuk memilih melepaskan diri atau tetap bersama Indonesia.
Pada 30 Agustus 1999 dilakukan pemungutan suara bagi warga Timor Timur untuk memilih apakah akan tetap bersama Indonesia atau menjadi negara sendiri.
Referendum yang didukung Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) itu mengakhiri konflik yang terjadi sebelumnya, serta memberi jalan bagi mereka meraih lepas dari Indonesia.
Timor Leste baru resmi diakui sebagai negara secara internasional 3 tahun setelah pemungutan suara, yaitu pada 2002.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/jejak-pendepat-timor-timur-timor-leste.jpg)