Amerika Mulai Gerah, Kirim Pesan Keras dan Tegas ke China, Pilih Mundur Atau Perang!
China dengan berani menembakan empat ridal helajah ke Laut China Selatan semetara Amerika yang mulai gerah dengan manuver China memberi pesan ke nege
Amerika Mulai Gerah, Kirim Pesan Keras dan Tegas ke China, Pilih Mundur Atau Perang!
POS KUPANG.COM -- Konflik di Laut China Selatan atau LSC antara China dan Amerika Serikat mulai mencapai puncak
China dengan berani menembakan empat ridal helajah ke Laut China Selatan semetara Amerika yang mulai gerah dengan manuver China memberi pesan ke negeri Tirai Bambu itu untuk mundur atau siap berperang
China harus berpikir ulang jika mau terlibat peperangan dengan Amerika Serikat (AS).
Karena semua tahu jika militer AS sangat kuat bahkan untuk head to head dengan China tak masalah bagi Washington.
Apalagi kalau sudah menyangkut kepentingan nasionalnya, AS akan habis-habisan berperang melawan China.
Menteri Pertahanan Amerika Serikat menyebut negaranya memiliki tanggung jawab untuk memimpin di Pasifik dan tidak akan menyerah sedikit pun kepada negara-negara lain yang menganggap sistem politik mereka lebih baik.
Berbicara selama kunjungan ke Hawaii, Esper mengatakan mereka berharap dapat bekerja dengan China untuk membuat negara tersebut menghormati tatanan berbasis aturan internasional bahkan ketika Beijing, yang telah berulang kali gagal memenuhi janjinya, mengejar modernisasi militer yang agresif.
Dia menyebut China tidak memenuhi janji untuk mematuhi hukum, aturan, dan norma internasional, menambahkan bahwa Beijing ingin memproyeksikan kekuatannya secara global.
"Untuk memajukan agenda Partai Komunis China , Tentara Pembebasan Rakyat terus mengejar rencana modernisasi agresif untuk mencapai militer kelas dunia pada pertengahan abad ini," kata Esper.

"Ini pasti akan melibatkan perilaku provokatif PLA di Laut China Selatan dan Timur, dan di mana pun yang dianggap penting oleh pemerintah China untuk kepentingannya," lanjut dia.
Namun, sementara Amerika Serikat bertujuan untuk menghalangi China, ia juga ingin terus bekerja dengan China agar mereka kembali ke jalur yang lebih selaras dengan tatanan berbasis aturan internasional.
Esper menggambarkan Indo Pasifik sebagai episentrum persaingan kekuatan besar dengan China, meskipun menambahkan bahwa bersama dengan Rusia, kehadiran China kini telah mendunia dan Amerika Serikat harus dapat menangani keduanya secara global.
“Amerika Serikat memiliki tanggung jawab untuk memimpin. Kami sudah menjadi negara Pasifik, negara Indo Pasifik, sejak lama,” kata Esper.
“Kami tidak akan menyerahkan wilayah ini, satu inci tanah jika Anda mau, ke negara lain. Negara lain mana pun yang memikirkan bentuk pemerintahan mereka, pandangan mereka tentang hak asasi manusia, pandangan mereka tentang kedaulatan, pandangan mereka tentang kebebasan pers, kebebasan beragama, kebebasan berkumpul, semua hal itu, yang entah bagaimana itu lebih baik dari apa yang banyak dari kita miliki,” jelas dia.