Paket SAKTI Belum Tentukan Jadwal Pendaftaran di KPU Malaka
Paket bakal calon bupati ( Bacabup) Malaka atau Paket SAKTI belum menentukan jadwal pendaftaran di KPU Malaka
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BETUN - Paket bakal calon bupati ( Bacabup) Malaka, Simon Nahak dan bakal calon wakil bupati ( Bacawabup), Louce Lucky Taolin atau Kim Taolin ( Paket SAKTI) belum menentukan jadwal pendaftaran di KPU Malaka.
Walaupun sudah mengantongi syarat minimal 5 kursi diusung tiga partai yakni PKB (3 kursi), Perindo (1) dan PSI (1), tapi Paslon SAKTI masih berharap tambahan usungan parpol terutama Gerindra dan PDIP.
Ketua Tim Pemenangan Paket SAKTI, Hendrikus Fahik Taek menyampaikan hal ini kepada Pos-Kupang di Betun, Kamis (27/8/2020).
• Babinsa Desa Bena Gelar Sosialisasi AKB di SMPN 1 Amanuban Selatan
Hendrik yang juga Wakil Ketua DPRD Malaka dari PKB ini menjelaskan, paket SAKTI sudah sangat siap melakukan pendaftaran di KPU Malaka. Namun, jadwal pendaftaran belum ditentukan karena masih dibicarakan lagi pada tanggal 1 September 2020.
"Kita akan duduk bersama dulu tanggal 30 Agustus untuk membereskan berkas persyaratan. Kemudian tanggal 1 September rapat tim untuk menentukan hari pendaftaran. Memang sesuai jadwal dari KPU tanggal 4-6 September dan dari ketiga hari itu akan kita ambil tanggal yang pas," jelas Hendrik.
• DPD PDIP NTT Undang SBS-WT Mengambil SK DPP PDIP
Apakah masih optimis ada tambahan kursi, Hendrik mengatakan, masih karena ada dua partai yang belum menentukan sikap yakni PDIP dan Gerindra. Apabila kedua partai ini bergabung maka akan menambah kekuatan baru dalam pertarungan politik pilkada ini.
Sebelumnya Bacabup Simon Nahak menyampaikan terima kasih kepada tim yang sudah bekerja keras dan sangat kompak dalam mendukung paket ini.
Dirinya menilai bahwa kerja tim keluarga begitu baik dan diharapkan tetap saling mendukung sampai pada hari pelaksanaan Pilkada nanti.
Simon kemudian menyampaikan bahwa nama Paket SAKTI yang kini sudah populer di publik Rai Malaka merupakan singkatan dari program kerja yang akan dilaksanakan jika dipercayakan memimpin daerah ini.
Dalam penjelasannya, , S-artinya swasembada pangan. Warfa perlu kecukupan pangan. A-artinya Agama yang berbudaya. Semua warga Malaka harus bisa menjunjung tinggi budaya. Dirinya sangat memegang falsafah Soekarno soal bagaimana hidup tidak melupakan budaya.
"Jika memang kami dipercaya warga Malaka maka akan dibangun Balai Adat. Lalu bagaimana sumber dananya, sederhana saja ada ada desa yang jumlahnya Rp 1 miliar bisa digunakan," ujar Simon.
Dirinya melanjutkan, K-artinya kualitas atau kompetensi. Menempatkan orang sesuai kemampuan orangnya. T-artinya tata kelola baik birokrasi maupun Tata ruang lalu I-artinya Infratruktur yang berkeadilan.
"Kalau dipercayakan nanti maka kami akan bangun pusat pemerintahan Kabupaten Malaka. Harus dibuat terpusat. Tidak bisa terpencar-pencar. Tapi sekarang ini kami hadir untuk memohon ijin kepada bapak, mama basodara semua karena kami siap maju bertarung pada pilkada mendatang," ujar Simon disambut tepuk tangan tim keluarga. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/hendrikus-fahik-taek.jpg)