Di Kabupaten Sumba Tengah, 13 Desa Alami Kekeringan
Dampak Kemarau panjang sebagaiamna terjadi sampai saat ini menyebabkan 13 dari 65 desa se-Kabupaten Sumba Tengah mengalami kekeringan
Penulis: Petrus Piter | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | WAIBAKUL - Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah ( BPBD) Kabupaten Sumba Tengah, Umbu K. Raja Muda mengatakan dampak Kemarau panjang sebagaiamna terjadi sampai saat ini menyebabkan 13 dari 65 desa se-Kabupaten Sumba Tengah mengalami kekeringan.
Akibat warga mengalamii krisis air bersih karena beberapa mata air mengalami kekeringan.
Kepala Badan Penanggulangan Bencama Daerau Sumba Tengah, Umbu K.Raja Muda menyampaikan hal itu di ruang kerjanya, Kamis (27/8/2020).
• Belasan Rumah Rusak disapu Angin Kencang di Kelurahan Manutapen
Menurutnya, 13 desa tersebut adalah di Kecamatam Mamboro, Umbu Ratunggay dan Kecamatan Umbu Ratunggay Tengah. Misalnya di Kecanatan Umbu Ratu Nggay yakni Lenang Selatan, Tanam Banas, Tanam Banas Barat dan Tanam Banas Selatan. Sedangkan di Kecamatan Unbu Ratunggay Tengah yakni Sambali Loku, Kabata, Wangga Waiyemu dan Daha Elu serta Kecamatan Mamboro seperti Watu Asa, Cendana dan lainnya.
Saat ini, BPBD Sumba Tengah hanya memiliki satu mobil tangkai air saja sehingga tidak mampu melayani semua permintaan warga.
• Pilkada Mabar, PKB Beri Dukungan ke Paket Misi
Karena itu pihaknya telah meminta bantuan tangki air Dinas pekerjaan umum dan Bagian umum setda Sumba Tengah untuk membantu mendistribusikan air bersih bagi warga di13 desa itu.
Ia menambahkan tidak menutup kemungkinan dampak kekeringan terus bertambah sehingga pihaknya selalu mensiagakan staf mengecek ke lapangan bila terjadi bencana kekeringan. Dengan demikian, pemerintah secepatnya mengatasinya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Petrus Piter)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/di-kabupaten-sumba-tengah-13-desa-alami-kekeringan.jpg)