Rabu, 15 April 2026

News

Lini Serang PSG Melempem di Final Liga Champions, Pelatih Soroti Permainan Mbappe & Neymar

Kurang tajamnya lini depan Paris Saint-Germain (PSG) membuat sang pelatih, Thomas Tuchel soroti permainan anak asuhnya.

Editor: Benny Dasman
istimewa
zoom-inlihat foto Lini Serang PSG Melempem di Final Liga Champions, Pelatih Soroti Permainan Mbappe & Neymar instagram/neymarjr Ilustrasi - Lini Serang PSG Melempem di Final Liga Champions, Pelatih Soroti Permainan Mbappe & Neymar 

POS KUPANG, COM - Kurang tajamnya lini depan Paris Saint-Germain (PSG) membuat sang pelatih, Thomas Tuchel soroti permainan anak asuhnya.

PSG baru saja menelan kekalahan atas Bayern Munchen di final Liga Champions, Senin (24/8/2020).

Berlangsung di Stadion Da Luz, Portugal, PSG harus kaluk dari Bayern Munchen dengan skor tipis 1-0.

Gol kemenangan Die Bayern (julukan Bayern Munchen) dilesakkan oleh Kingsley Coman.

Pasca pertandingan, Thomas Tuchel selaku pelatih PSG memberikan penilaian atas permainan lini serangnya.

Menurutnya, pemain sekaliber Kylian Mbappe dan Neymar kurang efektif dalam memanfaatkan peluang.

Terbukti dari 10 usaha tembakan yang dilakukan oleh PSG, tiga di antaranya mampu on taget.

Bahkan jika dibandingkan dengan Bayern Munchen, usaha yang dilakukan oleh Neymar cs jauh lebih baik.

Robert Lewandowksi mampu melakukan 12 tembakan. Namun hanya dua di antaranya yang manyasar ke gawang.

Nahasnya, dua dari shot on target yang mengarah ke gawang tersebut berhasil merobek jala Les Parisiens -julukan PSG-.

Tak pelak kondisi itu membuat Thomas Tuchel memberikan evaluasinya terkait permainan lini serang timnya.

"Sepanjang permainan kami kekurangan efisiensi dan keefektifan dalam melakukan serangan," tukas Thomas Tuchel seperti yang dikutip dari laman Goal International.

"Kami ingin Mbappe dan Nyemar membenahi apa yang menjadi kekurangannya, yakni stabil dalam urusan mencetak gol (sepanjang waktu)," tukas pria asal Jerman tersebut.

"Bagi Kylian Mbappe, permainan ini cukup sulit baginya. Cedra yang eprnah dialami membuatnya sulit untuk menemukan permainan terbaiknya."

"Ia dapat bermain dan membela kami di laga final sudah merupakan keajaiban," tambah eks juru taktik Borussia Dortmund itu.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved