Rumah Konspirasi Adalah Tempat Belajar Anak-anak Kelikur WL
Sengaji Lamawolo dan sekelompok anak muda Desa Kelikur WL, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata punya mimpi besar mendidik anak-anak
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Sengaji Lamawolo dan sekelompok anak muda Desa Kelikur WL, Kecamatan Buyasuri, Kabupaten Lembata punya mimpi besar mendidik anak-anak di kampungnya.
Meski tinggal di pelosok dan jauh dari hiruk-pikuk kota, Sengaji tak ingin anak-anak pemilik generasi mendatang hidup jauh dari buku. Maka dari itu, dia dan para orang muda lainnya mendirikan Rumah Konspirasi yang merupakan akronim dari Komunitas Pecinta Literasi.
Niat baik Sengaji dan para kameradnya di Desa Kelikur WL rupanya disambut baik oleh para Relawan Taman Daun. Sama-sama punya visi yang sama, para relawan Taman Daun pun membantu mendirikan Taman Baca Rumah Konspirasi di Desa Kelikur WL dan memberi bantuan buku bacaan bagi anak-anak yang dibawa langsung dari Lewoleba.
• Penumpang KM Lambelu Tiba di Lokasi Karantina
Sengaji Lamawulo, menjabat sebagai penasihat Rumah Konspirasi. Dia mengatakan tujuan dari adanya taman baca itu ialah menyediakan tempat yang representatif untuk menumbuhkan minat baca anak-anak di kampungnya.
"Anak-anak di kampung banyak sekali. Kalau sudah ada taman baca maka ada alternatif tempat bermain yang baru," ungkap Sengaji didampingi Ansarullah S Magang, Ketua Rumah Konspirasi saat ditemui di Desa Kaohua, Buyasuri, Senin (17/8/2020).
• DPRD TTS Minta Pemprov NTT Gunakan Pendekatan Humanis Tertibkan Warga di Besipae
Menurut Sengaji, Rumah Konspirasi lebih dari sekadar tempat baca. Bersama para orang muda, dia juga ingin mengembangkan kreativitas orangtua, generasi muda dan kaum perempuan.
"Jadi ada banyak hal yang kami mau buat. Bukan hanya untuk anak-anak," tandasnya.
Bahkan, kata dia, Rumah Konspirasi juga akan menampung hasil komoditi milik masyarakat untuk memutus mata rantai tengkulak di sana.
Dia ingin Rumah Konspirasi sendiri bisa mengakomodasi para pengangguran di kampung dan bisa memfasilitasi mereka untuk bisa hidup dari Rumah Konspirasi.
"Harapannya, kita bisa mencapai generasi emas di tahun 2045," ujarnya. Dibantu oleh sekitar 30 orang relawan Sengaji yakin gagasan yang telah disebutkan itu bisa diwujudnyatakan.
"Saya ucapkan terima kasih dan apresiasi dan teman teman Taman Daun. Mimpi kami sudah lama hanya kami kesulitan material. Hadirnya Taman Daun bisa membantu kami mewujudkan apa yang kami harapkan. Terima kasih luar biasa semua relawan Taman Daun. Semoga bisa dibalas oleh yang kuasa," lanjutnya.
"Mulai besok kami sudah beraktivitas dan mulai budayakan literasi. Kami beri pehamanan kepada anak-anak untuk mencintai literasi," tambahnya.
Relawan Taman Daun, Jecky Buran, sendiri kagum dengan semangat dan motivasi yang ditunjukan oleh anak-anak muda Rumah Konspirasi Desa Kelikur WL.
Baginya, anak muda memang harus berpikir out of the box untuk bisa membangun kampung halamannya.
"Kita selalu berkomunikasi, bekerja sama dan menyalurkan semangat yang sama untuk hal-hal baik semacam ini," kata Jecky.
Dia harap Rumah Konspirasi bisa menjadi wadah yang tepat bagi anak-anak Desa Kelikur WL tumbuh dan berkembang demi generasi emas Kabupaten Lembata. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/rumah-konspirasi-adalah-tempat-belajar-anak-anak-kelikur-wl.jpg)