Breaking News:

Buntut Seleksi Perangkat Desa, Kepala Desa Noemuke Dilaporkan Ke Ombudsman & Digugat Di PTUN

direkomendasikan Camat yaitu Sandri Eki O Beis sebagai calon Kepala Dusun IV dan Dikson Esau Bakker sebagai calon Kasie PEM

POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Dikson Esau Bakker 

Buntut Seleksi Perangkat Desa, Kades Noemuke Dilaporkan Ke Ombudsman dan Digugat Di PTUN

POS-KUPANG.COM. | SOE -- Kepala Desa Noemuke, Kecamatan Amanuban Selatan, Semrys Oryanty Lette akan dilaporkan ke Ombudsman NTT dan digugat secara perdata atas keputusannya melantik perangkat desa tidak sesuai dengan rekomendasi Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu.

Pasalnya dua orang yang direkomendasikan Camat yaitu Sandri Eki O Beis sebagai calon Kepala Dusun IV dan Dikson Esau Bakker sebagai calon Kasie PEM tidak ditetapkan dalam jabatan dimaksudkan. Justru, Kades Semrys mengangkat orang lain di luar rekomendasi untuk mengisi dua jabatan tersebut.

Dikson Esau mengatakan, dirinya tidak puas dan merasa dirugikan atas keputusan sepihak dari Kades Semrys. Dimana menurutnya keputusan Kades tersebut hanya berdasarkan penilaian subjektif semata.

Sebagai kepala desa seharus Semrys wajib mematuhi rekomendasi dari camat Amanuban Selatan sesuai yang diamanatkan dalam Perbup 38 tahun 2018.

Karena Kades Semrys tidak melaksanakan rekomendasi Camat, maka dirinya memutuskan untuk melaporkan Kades Semrys ke Ombudsman dan juga menggugat secara perdata terhadap pelantikan Kades Noemuke beberapa waktu lalu.

"Sesuai aturannya, Kades hanya mengusulkan dua nama per jabatan ke camat untuk mendapatkan rekomendasi. Untuk penetapannya, Kades wajib melaksanakan sesuai yang tertera dalam rekomendasi camat. Karena yang dilakukan kades Semrys sudah di luar rekomendasi maka kita akan bawa masalah ini ke ranah hukum dan melaporkannya ke Ombudsman NTT," ungkap Dikson saat ditemui di gedung DPRD Kabupaten TTS, Selasa (18/8/2020).

Dirinya menduga alasan kenapa Kades Semrys tidak mau mengakomodir dirinya untuk duduk dalam perangkat desa karena dirinya dulu pernah menolak Kades Semrys yang notabene-nya merupakan lawan politik.

"Dia ( Kades Semrys) memang tidak suka saya kakak karena kami memang lawan politik," jelasnya.

Camat Amanuban Selatan, Jhon Asbanu tak menampik jika penetapan perangkat desa Noemuke oleh Kades Semrys tidak sesuai rekomendasi yang diberikan oleh dirinya.

Pasalnya, ada dua orang yang namanya tercantum dalam rekomendasi untuk ditetapkan sebagai perangkat desa justru tidak ditetapkan oleh Kades Semrys.

"Saya juga kaget saat pelantikan ada dua nama yang saya rekomendasikan tapi tidak ikut dilantik. Justru yang dilantik bukan yang saya rekomendasikan. Hal ini sudah saya tindaklanjuti dengan membuat laporan tertulis kepada Bupati TTS," terangnya.

Terpisah, Kades Semrys mempersilahkan Dikson untuk melaporkan dirinya ke Ombudsman dan melakukan gugatan ke PTUN. Dirinya tetap pada pendiriannya sebagai kepala Desa karena kegiatan seleksi perangkat desa merupakan kegiatan desa atau Haknya sebagai kepala desa.

Dibagikan di WhatsApp, Ucapan Tahun Baru Islam 1 Muharram 1442 H, Dalam Bahasa Indonesia dan Inggris

FAN Gelar Pelatihan Tahap Dua Laboran Tim Pool Test Laboratorium Kesehatan Masyarakat

Ahok Tak Percaya Nikahi Puput Nastiti Devi Usai Cerai Veronica Tan, Pindah Agama & Niat Jadi Pendeta

Ia menyebut usulan yang diberikannya kepada camat tidak sesuai dengan rekomendasi yang diberikan.

"Saya sudah usulkan ke pak camat sesuai penilaian saya tetapi pak camat rekomendasi lain. Jadi silahkan saja kalau mau gugat atau lapor saya ke Ombudsman," tulisnya dalam pesan WhatsApp yang diterima POS-KUPANG.COM. (Laporan Reporter Pos-Kupang, Dion Kotan)

Penulis: Dion Kota
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved