Rabu, 20 Mei 2026

News

Sama-sama Berwarna Merah Putih, Ini Beda Bendera Indonesia dan Monako, Siapa Duluan, Ini Sejarahnya

Sama-sama berwarna merah putih, ini beda bendera Indonesia dan Monako, siapa duluan, begini sejarahnya.

Tayang:
Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/RYAN NONG
Bendera merah putih raksasa yang dikibarkan di Mercusuar Kupang. 

Sang Merah Putih RI ukurannya 2:3, sedangkan Monako dimensinya 4:5.

"Warna merah putih semakin diperkuat sebagai lambang diplomasi internasional agar semakin unggul daripada merah putihnya Monako," katanya.

Sementara itu, dilansir Encyclopedia Britannica, warna Bendera merah putih sudah digunakan sejak zaman kerajaan Majapahit sejak abad ke-13 hingga 16.

Pada beberapa perang di Aceh, para pejuang juga menggunakan Bendera perang dengan warna merah putih.

Kemudian di awal abad ke-20, di bawah kekuasaan Belanda, para pelajar dan kaum nasionalis menggunakan Bendera yang dinamakan Sang merah putih.

Setelah Perang Dunia II dan Indonesia merdeka, Bendera Merah Putih mulai digunakan sebagai Bendera nasional.

Bendera Sang Saka Merah Putih pertama kali dikibarkan di Indonesia pada 17 Agustus 1945, saat proklamasi kemerdekaan bangsa Indonesia.

Bendera Merah Putih ini mempunyai makna khusus, merah berarti berani dan putih berarti suci.

Merah melambangkan tubuh manusia, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia.

Keduanya saling melengkapi dan menyempurnakan.

Bendera Merah Putih yang dikibarkan saat Detik-detik Proklamasi dijahit Fatmawati.

"Pada waktu itu tidak mudah untuk mendapatkan kain merah dan putih di luar," tulis Chaerul Basri dalam artikelnya "Merah Putih, Ibu Fatmawati, dan Gedung Proklamasi" yang dimuat di Harian Kompas, 16 Agustus 2001.

"Barang-barang eks impor semuanya berada di tangan Jepang, dan kalau pun ada di luar, untuk mendapatkannya harus dengan berbisik-bisik," tulisnya.

Berkat bantuan Shimizu, orang yang ditunjuk oleh Pemerintah Jepang sebagai perantara dalam perundingan Jepang-Indonesia, Fatmawati akhirnya mendapatkan kain merah dan putih.

Shimizu mengusahakannya lewat seorang pembesar Jepang, yang mengepalai gudang di Pintu Air di depan eks Bioskop Capitol.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved