Sabtu, 18 April 2026

Pelaksanaan Upacara Apel Peringatan HUT RI ke 75 di TTU Sesuai Protokol kesehatan, Simak !

upacara apel tersebut yakni Bupati TTU Raymumdus Sau Fernandes. Hadir juga para unsur forkopimda, para pimpinan OPD

Penulis: Thomas Mbenu Nulangi | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TOMMY MBENU NULANGI
Bupati TTU, Raymumdus Sau Fernandes saat menyampaikan amanat inspektur upacara HUT RI ke 75 di Halaman Kantor Bupati TTU, Senin (17/8/2020). 

Pelaksanaan Upacara Apel Peringatan HUT RI ke 75 di TTU Sesuai Protokol kesehatan

POS-KUPANG.COM | KEFAMENANU--Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) RI ke 75 tahun, pemerintah daerah Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU) melaksanakan upacara apel pengibaran bendera merah putih di Halaman Kantor Bupati TTU, Senin (17/8/2020).

Tampil sebagai inspektur dalam upacara apel tersebut yakni Bupati TTU Raymumdus Sau Fernandes. Hadir juga para unsur forkopimda, para pimpinan OPD, serta tamu undangan lainnya.

Berdasarkan pantauan, pelaksanaan upacara apel pengibaran bendera tersebut dilakukan sesuai dengan protokol kesehatan covid-19, dimana jarak setiap peserta 1,5 meter dan jarak antar barisan 2 meter. Dalam apel tersebut para peserta juga memakai masker.

Dalam amanatnya, Bupati Raymundus Sau Fernandes, S.Pt mengungkapkan, dalam konteks lokal, perayaan kemerdekaan RI yang ke-75 ini serentak menjadi kesempatan untuk sejenak melihat kembali proses perjalanan daerah ini dan menjadi kesempatan untuk membangun komitmen baru dalam percepatan pembangunan di daerah ini.

Bupati TTU dua periode itu mengaku, tahun 2020 merupakan tahun kelima pelaksanaan RPJMD Kabupaten TTU Tahun 2016-2021, untuk mencapai visi “Terwujudnya masyarakat Timor Tengah Utara yang sejahtera, adil, demokratis dan mandiri melalui pemberdayaan potensi sumber daya manusia dan sumber daya alam secara lestari”.

Pemerintah daerah melalui berbagai program yang telah dicanangkan, menempatkan sumber daya manusia sebagai sentral pembangunan. Peningkatan kualitas pendidikan dan kesehatan, peningkatan infrastruktur perumahan melalui program berarti dan gagasan tentang gerakan cinta petani sesungguhnya bermuara pada pembangunan manusia dan kemanusiaan.

Pemerintah daerah, kata Raymundus, dengan segala kemampuan yang ada berupaya untuk mendorong terwujudnya masyarakat TTU yang mandiri dan mampu bersaing di pasar kerja. Pemerintah daerah telah dan terus melaksanakan pembangunan di berbagai bidang kehidupan hingga saat ini dengan capaian yang positif.

"Di bidang ekonomi, pertumbuhan ekonomi kita menunjukkan trend positif. Di bidang pertanian juga terjadi peningkatan produksi tanaman pangan setiap tahunnya. Produksi padi di tahun 2019 mencapai 67.280 ton, meningkat 46,72% dari produksi padi tahun 2018. Produksi jagung di tahun 2019 mencapai 113.712 ton atau meningkat 52,33% dari produksi jagung tahun 2018. Sektor pariwisata juga mengalami peningkatan yang ditandai dengan meningkatnya jumlah pengunjung obyek wisata yakni 20.779 orang sepanjang tahun 2018 menjadi 26.162 orang sepanjang tahun 2019," jelasnya.

Raymundus mengungkapkan, dibidang kesehatan pun mengalami peningkatan yang ditandai dengan semakin bertambahnya usia harapan hidup yakni 66,09 di tahun 2015 meningkat menjadi 66,86 tahun di tahun 2019.

"Sementara itu, di bidang kesehatan ini juga kita masih harus terus berupaya menuntaskan persoalan stunting dan pandemi Covid-19. Kita bersyukur bahwa walaupun daerah kita sempat menjadi zona merah namun berkat kerja keras dan kerjasama kita semua, sehingga kita dapat kembali ke zona hijau yang terbebas dari paparan covid-19," ujarnya.

Raymundus mengatakan, dibidang pendidikan, prosentasi kelulusan pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar 99,72%, jenjang SLTP 99,77% pada tahun ajaran 2019/2020. Sedangkan Angka Partisipasi Sekolah dan Angka Partisipasi Murni pada semua jenjang pendidikan di tahun 2019 menjadi semakin baik.

Selain itu, tambah Raymundus, pembangunan perumahan layak huni melalui program berarti hingga saat ini mencapai 28,36% dari keseluruhan target yang tetapkan. Pemerintah juga sudah berupaya menurunkan angka kemiskinan dari 25,20% di tahun 2015 menjadi 22,45% di tahun 2019.

Raymundus menambahkan, pada tahun 2018, pemerintah Kabupaten TTU mendapat penghargaan dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi Republik Indonesia untuk Program Padat Karya Pangan (PKP) yakni Penghargaan TOP 40 Raskin Pola Padat Karya Pangan dan Penghargaan TOP 99 Inovasi Pelayanan Publik.

"Dan pada tahun 2019 Kabupaten TTU dinyatakan keluar dari daerah tertinggal yang ditetapkan dengan Keputusan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Nomor 79 Tahun 2019 tentang Penetapan Kabupaten Daerah Tertinggal yang Terentaskan Tahun 2015-2019," ujarnya.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran : Indonesia Maju, Malaka juga Harus Maju

Bupati Deno Sebut Kabupaten Manggarai Berhasil Meraih Status Terentaskan dari Daerah Tertinggal

Betrand Peto Susah Payah Jualan Bakpao untuk Biaya Sekolah Sebelum Bertemu Ruben Onsu dan Sarwendah

Raymundus menegaksan, dalam momentum perayaan Ulang Tahun Kemerdekaan RI yang ke-75 ini, dirinya mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk membangkitkan semangat baru dan bersama melanjutkan pembangunan yang telah dijalani selama ini. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Tommy Mbenu Nulangi)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved