Senin, 18 Mei 2026

Yos Lalung Kecewa Sudah Bongkar Fondasi Pagar Tapi Parit Tak Kunjung Dikerjakan

Proyek di Kabupaten Lembata pada 2019 silam masih meninggalkan lubang parit yang belum selesai dibangun

Tayang:
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Ricko Wawo
Yos Lalung, Warga Kolior Kelurahan Lewoleba, sedang menunjukkan lubang parit yang belum selesai dibangun pada Rabu (12/8/2020) 

POS-KUPANG.COM | LEWOLEBA - Proyek pengerjaan parit dan rabat di RT 21 Kelurahan Lewoleba, Kecamatan Nubatukan Kabupaten Lembata pada 2019 silam masih meninggalkan lubang parit yang belum selesai dibangun.

Warga setempat kecewa karena sebelumnya sudah rela membongkar fondasi pagar untuk mendukung penggalian lubang parit tersebut. Yoseph Lalung, warga wilayah Kolior yang sudah membongkar pondasi pagarnya mengaku kecewa dengan pekerjaan yang belum tuntas tersebut.

Buktikan Tak Terlibat Kasus Pembunuhan Warga Desa Watodiri Lembata Gelar Sumpah Adat

Dirinya sudah membangun fondasi untuk pagar namun karena pemerintah hendak mendirikan parit, fondasi itu kemudian dibongkar lagi.

"Saya sudah bongkar habis, tapi tidak ada kepastian kapan pembangunan paritnya. Padahal lubang parit sudah digali. Saya kecewa sekali," tutur Yos Lalung kepada wartawan, Rabu (12/8/2020).

Yos Lalung sendiri sudah pernah menanyakan tentang kelanjutan pengerjaan parit tersebut ke pemerintah Kelurahan Lewoleba Kecamatan Nubatukan tetapi belum mendapat kepastian penjelasan.

NasDem Sapu Bersih Pilkada, Sembilan Paslon Tanpa Mahar

"Saya sudah pernah ke kantor lurah tanyakan itu. Tapi belum jelas bagaimana lanjutnya. Mereka hanya bilang, katanya masih tunggu dana untuk lanjutkan. Saya jadi bingung, kalau belum pasti soal dana, kenapa sudah gali lubang. Padahal material agregat juga belum taruh disini. Ini sangat mengecewakan," tambah Yos.

Sementara itu, Lurah Lewoleba Mikael A.U.S. Rewot mengatakan penggalian lubang untuk parit di depan rumah milik Bapak Yos Lalung merupakan pekerjaan tambahan dan tidak termasuk dalam rencana awal paket pengerjaan rabat dan parit di salah satu lorong di sekitar tempat tinggal Yos Lalung.

"Galian parit yang di depan rumah Bapak Yos Lalung itu pekerjaan tambahan. Di luar rencana awal. Sehingga waktu terakhir sebelum serah terima lapangan, saya sudah tegaskan di KSM (Kelompok Swadaya Masyarakat) untuk memperhatikan penggalian di depan rumah Bapak Yos lalung. Saya bilang ke KSM, tolong diatur dengan baik, agar tidak berdampak pada ketidaknyamanan warga tersebut khususnya Bapak Yos Lalung," ungkap Rewot, Rabu (12/08) secara terpisah.

Rewot menambahkan pihaknya minta KSM untuk segera menyelesaikan masalah ini agar tidak mengganggu kenyamanan masyarakat.

"Maksudnya, setelah galian itu dilakukan, harus diperkuat atau apa namanya, mungkin talud atau ditembok, supaya aliran air dari atas bisa terus sampai ke parit utama (yang melintas di Jalan Lasitarda). Semua pekerjaan di sana itu, menjadi tanggungjawab KSM. Kita pihak kelurahan hanya fasilitasi administrasi dan pencarian anggarannya," jelasnya.

Pekerjaan ini mendapat dukungan dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tambahan Pemerintah Kabupaten Lembata tahun 2019. Sayangnya, pekerjaan ini sudah terlanjur dimulai dengan membuat lubang besar tanpa ada kejelasan kapan kelanjutannya.

Oleh karena itu, pemerintah melalui KSM diharapkan bisa membantu keinginan Yos Lalung yang sudah terlanjur membongkar fondasi pagarnya demi mendukung pembangunan di wilayah tersebut. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Ricko Wawo)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved