Sekolah Tatap Muka, SMAN 1 Waingapu Terapkan Sistem Silang
jika dalam kondisi normal seperti sebelum ada Pandemi Covid-19, maka dalam satu rombongan belajar 36 orang.
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Rosalina Woso
Sekolah Tatap Muka , SMAN 1 Waingapu Terapkan Sistem Silang
POS-KUPANG.COM|WAINGAPU -- SMAN 1 Waingapu, Sumba Timur menerapkan sistem belajar mengajar secara silang dengan mengedepankan protokol kesehatan. Sistem ini yakni tidak semua kelas atau rombongan belajar masuk sekolah secara bersamaan di satu hari.
Hal ini disampaikan Kepala SMAN 1 Waingapu, Putu Gede, S.Pd , Rabu (12/8/2020).
Menurut Putu, sistem silang itu diterapkan sejak tanggal 6 Agustus 2020 atau awal mulai sekolah tatap muka dan dengan sistem ini, tidak semua kelas atau rombongan belajar masuk di hari yang sama.
"Jadi kelas X sampai kelas XII tidak masuk dalam satu hari, tetapi kita silang sehingga satu hari satu kelas yang masuk atau datang sekolah tatap muka. Dari satu kelas itu ada rombongan belajar dan kita bagi lagi sehingga ada jaga jarak," kata Putu.
Dia mencontohkan untuk kelas X misalnya ada 11 rombongan belajar dan dari 11 rombongan belajar itu dibagi menjadi 22 rombongan belajar.
"Kenapa dari 11 rombongan belajar dibagi menjadi 22 rombongan belajar, karena satu rombongan belajar hanya maksimal 18 siswa. Kondisi ini kita terapkan agar ada jaga jarak antara satu siswa dan lainnya," jelas Putu.
Dikatakan, jika dalam kondisi normal seperti sebelum ada Pandemi Covid-19, maka dalam satu rombongan belajar 36 orang.
Dia merincikan, sistem silang ini, Kelas X masuk sekolah pada hari Senin dan Kamis, Kelas XI masuk pada hari Selasa dan Jumat, sedangkan. Sedangkan untuk Kelas XII masuk sekolah pada hari Rabu dan Sabtu.
"Ini berarti setiap kelas mendapat bagian masuk sekolah dua kali dalam seminggu. Kita juga terapkan protokol kesehatan, seperti cuci tangan dan pakai masker," katanya.
Putu mengatakan, sebelum penerapan sekolah tatap muka, pihaknya menginformasikan kepada semua orang tua siswa dan Komite Sekolah melalui live meeting menggunakan plat form based dari PT. Talk Fusion Indonesia.
"Kita sampaikan bahwa pembelajaran tatap muka dimulai dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat. Saat itu komite sekolah dannorang tua siswa respon positif dan kita juga berikan form yang direspon atau dijawab oleh orang tua, ternyata banyak yang merespon agar dilakukan sekolah tatap muka," katanya.
Dia mengakui, setelah mendapat respon Komite Sekolah dan para orang tua, maka pihaknya juga melaporkan kepada bupati sebagai kepala wilayah atau kepala daerah secara tertulis terkait pelaksanaan sekolah tatap muka.
Pantauan POS-KUPANG.COM, kegiatan belajar mengajar di sekolah ini menggunakan sistem silang, artinya tidak semua rombongan belajar masuk sekolah.
Pengaturan jumlah siswa setiap kelas juga sesuai protokol kesehatan.
• Ramalan Denny Darko Soal Calon Suami Ayu Ting Ting, Akan Pindah Jauh, Lalu Didi Riyadi, Sule & Igun?
Nampak, para siswa setiap kelas paling banyak 18 orang dengan posisi duduk minimal 1 meter.
Di depan pintu kelas atau depan setiap ruangan tersedia sarana cuci tangan.(*)