Breaking News:

Keluarga Anak Nadia Penderita Tumor di Manggarai Minta Pertolongan

saat ini tidak bisa kontrol lanjutan karena terkendala tidak ada biaya lagi dari orang tua dan keluarga karena keadaan ekonomi.

Keluarga Anak Nadia Penderita Tumor di Manggarai Minta Pertolongan
POS-KUPANG.COM/ROBERTUS ROPO
Anak Nadia Olga Saputri saat dirumah bersama keluarganya.

Keluarga Anak Nadia Penderita Tumor di Manggarai Minta Pertolongan

POS-KUPANG.COM | RUTENG--Seorang anak Balita bernama Nadia Olga Saputri berusia 3 tahun warga Desa Pong Lengor, Kecamatan Rahong Utara, Kabupaten Manggarai menderita dua tumor di bagian kepala dan di bagian pinggang belakang. Penyakit ini diderita anak Nadia sejak dari lahir.

Pemerhati sekaligus keluarga Anak Nadia, Edy Suwardi kepada POS-KUPANG.COM, Rabu (12/8/2020) mengatakan, penyakit yang diderita anak Nadia ini sejak dari lahir. Kemudian, pada tahun 2018 lalu berkat bantuan Pater Marsel Barus, anak Nadia dibawa ke Rumah Sakit RKZ Surabaya.

Selain itu juga, berkat dukungan donatur yang membantu dari KSP FLORETE dan beberapa orang donatur yang merasa kasihan sehingga langsung memberikan bantuan tunai dengan transfer ke rekening bank milik Omanya, Yusdia Subur.

"Sebelumnya dulu saya juga usahakan, saya urus semua dokumen mereka lalu saya dan teman saya dari Aimere atas nama Manaby Shammy Lucky posting di Medsos, sehingga Pater Marsel Barus merasa iba dan membawa anak Nadia ke RS RKZ Surabaya," tutur Edy.

Edy mengatakan, karena itu anak Nadia sudah dioperasi. "Sudah di operasi atas jasa baik dari Pater Marsel Barus dan para donatur lainya. Namun untuk tumor yang di bagian belakang sudah sembuh, tapi bagian kepalanya masih sakit sampai sekarang.

"Untuk bisa keluar cairan yang ada di kepalanya dokter kasih masuk selang lalu bagian tubuhnya dibelah sehingga selang ada didalam kulitnya masuk ke saluran kencing. Itu hari kalau operasi kepalanya memang membutuhkan biaya yang sangat mahal,"kata Edy.

Dikatakan Edy, hingga kini kepalanya masih besar, waktu di Surabaya dokter sampaikan bahwa kontrol lanjutannya di Flores. Namun sampai dengan saat ini tidak bisa kontrol lanjutan karena terkendala tidak ada biaya lagi dari orang tua dan keluarga karena keadaan ekonomi.

"jadi kepalanya masih besar dan masih sakit, dulu kalau kita pegang elastis kepalanya. Sekarang bagaimana bisa pergi kontrol ke dokter karena masalah biaya, selama ini hanya ikut Posyandu bidan dan perawat tidak bisa bantu, tapi bantu sesuai dengan kemampuan mereka,"ungkap Edy.

Edy juga mengatakan, sejak dari bayi kedua orang tuanya pergi merantau di Sulawesi. Sehingga sejak kecil anak Nadia tinggal bersama Omanya Yusdia Subur, sementara Omanya juga sudah ditinggal oleh suaminya sudah puluhan tahun lalu.

Dikatakan, Edy sejak anak Nadia dibawa untuk operasi di RKZ Surabaya baik biaya penginapan di Bakti Luhur dan semua biaya pengobatan serta transport di tanggung oleh Ordo dibawah Koordinir pater Marsel Barus. Sementara dari Pemerintah Daerah tidak pernah serupiah pun memberikan bantuan.

"Ini yang kami rasa kecewa, sampai sekarang dari Pemerintah Daerah tidak pernah beri bantuan sedikit pun buat anak Nadia ini. Saya sebagai pemerhati apalagi tetangga kampung sangat kasihan juga dengan keadaan ekonomi dari sang Oma dan keluarganya," ungkap Edy.

Edy juga mengatakan keluarga anak Nadia sangat mengharapkan bantuan dari berbagai pihak untuk biaya pengobatan lanjutan terhadap kepala anak Nadia yang masih sakit dan agak membesar.

Polres TTU Selidiki Penyebab Kasus Lakalantas Sehingga Korban Tewas Terbakar Bersama Motor

"kita sangat mengharapkan semoga ada yang bisa membantu dari kekurangan kita untuk anak Nadia ini. Untuk makan saja Senin, Kamis, apalagi untuk kontrol lanjutan dari kepalanya yang agak membesar,"ungkap Edy. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)

Penulis: Robert Ropo
Editor: Rosalina Woso
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved