China Tak Akan Lepas Tembakan Pertama di Konflik LCS, Tapi Bila Perang Terjadi, Ini Kata Pengamat
Militer kedua negara yang menghadirkan kapal-kapal perang termasuk kapal induk dan pesawat-pesawat pembom berbagai ukuran telah saling menguncar musuh
China Tak Akan Lepas Tembakan Pertama di Konflik LCS, Tapi Bila Perang Terjadi, Ini Kata Pengamat
POS KUPANG.COM -- Dua raksasa militer dunia, Amerika Serikat dan China kini sudah sama-sama siaga di Laut China Selatan
Militer kedua negara yang menghadirkan kapal-kapal perang termasuk kapal induk dan pesawat-pesawat pembom berbagai ukuran telah saling menguncar musuh yang akan di tembakan
Sementara meriam-meriam dan rudal-rudal dari kedua negara telah disetel dengan target untuk sudah tersasar dan tingga menunggu perintah tembak dan melaksanakan pemboman
Namun sejauh ini belum ada tembakan pertama dari salah satu pihak. Para pengamat me nyebutkan satu kesalahan yang menyebabkan tembakan pertama maka perang besar pun dimulai.
Siapapun negara yang menang tentu juga akan mengalami keruagian sangat besar bahkan diyakini tak ada negara yang menang karena sama-sama hancur
Dalam hal kekuatan militer secara keseluruhan, siapa yang lebih kuat, China atau Amerika Serikat (AS)? Dari data yang ada sudah pasti yang lebih kuat adalah AS.
• Gisella Anastasia Kini Menyesal Pisah dengan Gading Marten, Mengaku Keras Kepala Sampai Cerai
• Anis Baswedan Sinidir BPBD DKI Jakarta Soal TOA Atasi Banjir, Padal Pemprop DKI Usul 4 M untuk TOAi
• IKUTI RAMALAN ZODIAK Hari ini, Sabtu 8 Agustus 2020, Taurus Mungkin Kecewa, Virgo Keren Hari ini
• Tak Bikin China Gentar, Amerika Justru Mulai Melempem di LCS, Menhan AS Telepon Menhan China
Namun, jika menyangkut perairan pesisir China, kekuatan maritim China plus kekuatan tempur darat vs kekuatan maritim AS, sulit untuk mengatakan pihak mana yang lebih kuat. Bila perang belum pecah, maka belum ada kepastian siapa yang lebih unggul.
Pemimpin redaksi media China, Global Times , Hu Xijin dalam tulisannya mengatakan, jika menyangkut kepentingan inti China, Taiwan , misalnya, melewati batas atau garis merah China, karena didorongan AS dan mengarah pada pertarungan militer, maka pada saat itu akan ada adu kekuatan.
"Siapa yang berada di atas angin dalam situasi itu? Itu adalah kombinasi dari kekuatan militer ditambah moralitas ditambah keinginan untuk bertempur," tulisnya.
Karena itu, Xijin mengatakan, AS harus diingatkan untuk menjauhkan diri dari kepentingan inti China. Jangan bermain-main dengan api di lepas pantai China , jangan benar-benar memicu konflik atas Taiwan, dan jangan berlebihan di Laut China Selatan.
"Jika pemerintahan Trump hanya ingin menciptakan ketegangan China-AS untuk membantu kampanye pemilihan ulangnya, dan tidak benar-benar siap untuk pertarungan militer, maka berhati-hatilah selama beberapa bulan ke depan, dan jangan melangkah terlalu jauh," tulis Xijin.
Xijin mengatakan, China jelas tidak menginginkan perang. Maka ia menyarakan agar dalam situasi apa pun militer Tiongkok tidak boleh melepaskan tembakan pertama. Tapi ia yakin China akan bersiap dengan baik untuk melepaskan tembakan kedua sebagai respons terhadap tembakan pertama.
Pada kepentingan inti, Hu Xijin menegaskan China tidak akan mundur.
"Sikap China jelas bagi semua. Cara terbaik adalah bagi China dan pihak-pihak terkait untuk menghormati kepentingan inti masing-masing.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/uss-nimitz-dan-uss-ronald-reagen-di-laut-china-selatan.jpg)