Terkait Tudingan Adanya "Orang Kabupaten", Sekertaris Dinas PMD : Itu Tudingan Sepihak

Oleh sebab itu, diperlukan adanya pembuktian guna mengetahui dengan pasti kebenaran tudingan tersebut.

Penulis: Dion Kota | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/DION KOTA
Sekertaris Dinas PMD Kabupaten TTS, Zem Lake 

Terkait Tudingan Adanya "Orang Kabupaten", Sekertaris Dinas PMD : Itu Tudingan Sepihak

POS-KUPANG. COM | SOE -- Sekertaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinas PMD), Zem Lake yang dikonfirmasi terkait pengaduan Septi Nuban (23), peserta seleksi perangkat desa dari Desa Oeleon yang mengaku, sempat diajak oknum anggota panitia seleksi perangkat desa tingkat Desa Oeleon berinisial YB untuk bertemu seseorang di Kabupaten guna membantunya lolos seleksi perangkat desa dengan membawa sejumlah uang, hewan dan selimut mengatakan, tudingan tersebut sebagai tudingan sepihak.

Oleh sebab itu, diperlukan adanya pembuktian guna mengetahui dengan pasti kebenaran tudingan tersebut.

"Kalau omong orang kabupaten pasti mengarah ke kami (Dinas PMD). Saya kira tudingan itu butuh pembuktian lebih lanjut kebenarannya. Sebagai sekertaris Dinas PMD, hingga saat ini saya belum mendeteksi adanya hal tersebut," ungkap Zem ketika ditemui di ruang kerjanya, Selasa (4/8/2020).

Untuk membuktikan kebenaran tudingan tersebut lanjut Zem, pihaknya akan melakukan klarifikasi ke tingkat kecamatan dan desa. Termaksud bertemu langsung dengan Septi Nuban dan oknum panitia desa YB.

"Nanti kita akan lakukan klarifikasi ke tingkat desa terkait pengaduan Septi Nuban tersebut," ujarnya.

Terkait pengaduan masyarakat tentang adanya peserta yang tidak mengikuti ujian seleksi namun namanya tercantum dalam perengkingan dan mendapatkan nilai yang bagus, Zem juga mempertanyakan hal tersebut.

Pihaknya akan melakukan klarifikasi secara berjenjang ke tingkat kecamatan dan desa untuk mengetahui kesalahannya ada di tingkat mana.

"Kita juga mempertanyakan hal itu. Nanti kita klarifikasi secara berjenjang untuk bisa mengetahui kesalahannya ada dimana," jelasnya.

Diberitakan sebelumnya, Aroma busuk proses seleksi perangkat desa kembali tercium dari Desa Oeleon. Septi Nuban (23), peserta seleksi perangkat desa dari Desa Oeleon mengaku, sempat diajak oknum anggota panitia seleksi perangkat desa tingkat Desa Oeleon berinisial YB untuk bertemu seseorang di Kabupaten guna membantunya lolos seleksi perangkat desa. Namun ajakan tersebut ditolak Septi.

Pasalnya untuk bertemu orang kabupaten tersebut, Septi diminta membawa sejumlah uang, hewan dan dua selimut (tenun).

"YB datang ke rumah saya lalu ajak saya ketemu orang kabupaten di Soe.

Isi Plastik Kresek Pinggir Jalan Itu Ternyata Bayi, Dikira Daging Kurban, Diduga Terlindas Mobil ?

Dia suruh bawa dengan uang, hewan dan dua selimut untuk bantu lolos seleksi perangkat desa tapi saya tolak. Saya berpikir kalau model begitu sama saja saya beli jabatan," ungkap Septi dalam tatap muka bersama komisi 1 DPRD TTS, Senin (3/8/2020) sore. (Laporan Reporter Pos-Kupang.Com, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved