News

Astaga, Uang Digasak Pencuri, Jamaah Mushala Al Faidah Tunda Kurban, Orang Ini Sangat Tertekan

"Kejadian ini sungguh membuat kami terkejut. Saya sebagai penanggungjawab akan menggantinya," kata penanggungjawab uang kurban Nurdin Kajide

Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/Gordi Donofan
Suasana pemotongan hewan kurban di Kota Bajawa Kabupaten Ngada, Sabtu (1/8/2020). 

POS KUPANG, COM, KUPANG - Panitia hari raya kurban Mushola Al Faidah Oesapa, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur menunda penyembelihan hewan kurban, lantaran uang kurban sebanyak Rp 23,5 juta digasak pencuri saat sedang dilakukan shalat, Rabu (29/7) kemarin.

"Kejadian ini sungguh membuat kami terkejut. Saya sebagai penanggungjawab akan menggantinya," kata penanggungjawab uang kurban Nurdin Kajide yang juga masuk dalam panitia hari raya kurban di Mushola itu.

Kata dia, sejumlah jemaat di mushola itu sudah mengiklaskannya dan sudah ada kesepakatan untuk menunda terlebih dahulu hari raya penyembelihan hewan ini mengingat tak ada uang yang bisa digunakan untuk membeli hewan kurban.

Bagi Nurdin sendiri, kehilangan puluhan juta uang itu menjadi sebuah tekanan tersendiri bagi dirinya, mengingat ia adalah penanggung jawabnya, iapun berniat untuk menggantinya agar pelaksanaan hari raya Idul Adha tetap berjalan normal.

Nurdin mengatakan bahwa untuk pengadaan enam ekor sapi kurban, pihaknya sudah membayar uang panjar Rp 20 juta dan rencananya uang yang hilang dipakai untuk melunasi harga hewan yang belum dilunasi. "Ini musibah namun kami akan tetap mengganti uang tersebut," ujarnya.

Nurdin mengaku bahwa pihaknya mencurigai seorang oknum mahasiswa yang sempat berada di mushala itu saat pihaknya sedang melakukan shalat. Usai shalat uang tersebut raib dan oknum mahasiswa itu juga ikut menghilang.

Menanggapi kejadian tersebut Kapolsek Kelapa Lima, AKP Andri Setiawan mengaku sudah mendapatkan laporan tersebut dan anggotanya sudah melakukan investigasi.

"Sudah ada laporan dan masih kita selidiki. Kita cukup kesulitan karena tidak adanya CCTV di mushala maupun di lokasi sekitar kejadian," katanya.

Selain menggasak uang kurban, pelaku juga menggasak satu unit handphone yang disimpan bersama uang tersebut. Uang tersebut rencananya digunakan untuk membayar dua ekor sapi yang sudah ditawarnya. (antara)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved