Breaking News:

Berita Rocky Gerung

Rocky Gerung Sebut Majunya Gibran Rakabuming di Solo & Bobby Nasution di Medan Karena Ambisi Jokowi

Pengamat Rocky Gerung menilai majunya Gibran Rakabuming di Pilwako Solo dan Bobby Nasution di Medan karena ambisi Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).

kolase net
Rocky Gerung Sentil Jokowi Soal Isu Reshuffle, Mantan Dosen Sebut Bukan Drakor Tapi Drama Ini 

Rocky Gerung Sebut Majunya Gibran Rakabuming di Solo dan Bobby Nasution di Medan Karena Ambisi Jokowi

POS-KUPANG.COM, JAKARTA - Pengamat Rocky Gerung menilai majunya Gibran Rakabuming di Pilwako Solo dan Bobby Nasution di Medan karena ambisi Presiden Joko Widodo ( Jokowi ).

"Kalau dalam agama (Islam) kemarin kan Hari Raya Kurban ya. Dalma tradisi agama, ayah mengorbankan anaknya karena perintah Tuhan. Nah di sini ayah mengorbankan anaknya karena perintah dirinya sendiri. jadi ambisi si ayahnya lah yang sangat mungkin mengorbankan anaknya di Solo dan menantunya di Medan. Bukan karena perintah Tuhan," kata Rocky Gerung.

Rocky Gerung kemudian mencoba mengurai apa yang menjadi pola perpolitikan di Indonesia saat ini.

"Kita masuk ke dalam perhubungan nasib demokrasi. Jelas presiden Jokowi tiba ketika Indonesia sudah menjalankan demokrasi, yaitu kompetisi," ujar Rocky Gerung.

Sekarang menurut Rocky Gerung orang kaget karena Presiden sekarang tidak paham itu demokrasi. 

"Tapi presiden, stafnya, buzzernya, purnakawannya terus menyuarakan bahwa ini kompetisi. Prinsip demokrasi itu jangan halangi kompetisi bebas, bukan bebas berkompetisi. Menghalangi kompetisi dengan kekuasaan itu bertentangan dengan demokrasi," tegas Rocky Gerung.

Ia pun menyebut jika Istana buta hurup dengan demokrasi.

"Terus menerus diucapkan di tlakshow kan ini kompetisi. Kacau karena kehilangan akal untuk membenarkan sesuatu di depan mata kalau itu salah," tegasnya.

"Bangsa ini sedang ditenggelamnya oleh Presiden Jokowi dalam hal demokrasi. Udahlah kalau tenggelam secara ekonomi karena salah kebijakan. Ada faktor yang tidak dihitung, force major. Covid tidak terduga. Tetapi demokrasi harus dihitung dengan menyediakan wahana demokrasi. sekarang wahana itu dia tutup," papar Rocky Gerung.

Halaman
1234
Penulis: Hasyim Ashari
Editor: Hasyim Ashari
Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved