Senin, 20 April 2026

Malaysia Mulai Marah , Tegur Klaim China di LCS, Ingatkan China Tak Semena-mena, Siap Perang?

Pada waktu itu, China mengatakan bahwa pengajuan Malaysia “secara serius melanggar kedaulatan, hak kedaulatan dan yurisdiksi Tiongkok di Laut China Se

Editor: Alfred Dama
nicexams.com
Laut China Selatan Punya Nilai Perdagangan Jauh Lebih Besar dari PDB Indonesia, Serta Cadangan Minyak dan Gas Bumi Terbesar di Dunia, Lihat Angka-angkanya Ini! 

Malaysia Mulai Marah , Tegur Klaim China di LCS,  Ingatkan China Tak Semena-mena, Siap Perang?

POS KUPANG.COM -- Malaysia yang selama ini diam wilayah laitnya diklaim bahkan dikuasi China kini mulai menunjukan kemarahannya

Negeri jiran itu jelas menolak klaim China di Laut China Selatan atau LCS. Bahkan negeri itu peringatkan China

Konflik di Laut China Selatan yang melibatkan China, AS dan negara tetangga lainnya memasuki babak baru.

Malaysia menegur China setelah China mengklaim bahwa Malaysia tidak punya hak atas landasan kontinennya di bagian utara wilayah perairan tersebut.

Sebagai tanggapan, pemerintahan Perdana Menteri Muhyiddin Yassin, dalam nota verbale kepada badan dunia tertanggal 29 Juli, menekankan bahwa penerapannya (wilayah Laut China Selatan) sepenuhnya berada di bawah Konvensi PBB untuk Hukum Laut ( UNCLOS ).

Melansir SCMP, Kamis (30/7/2020), pernyataan itu, dilihat oleh This Week in Asia pada hari Kamis, mengatakan Malaysia menolak "isi secara keseluruhan" dari nota sebelumnya oleh Beijing pada 12 Desember.

Nota Cina itu sendiri merupakan tanggapan atas pengajuan Malaysia ke badan UNCLOS yang menyatakan bahwa ada daerah yang berpotensi tumpang tindih klaim di wilayah tersebut.

RAMALAN ZODIAK Hari ini Sabtu 1 Agustus 2020, Leo Impian Jadi Kenyataan Scorpio Selangkah di Didepan

Usai Labrak JenniferDunn yang KetahuanSelingkuhan Sang Ayah,Shafa Haris PilihKerja Ketimbang Sekolah

Inilah Sosok Suami Meriam Belina yang Jarang Terekspose Kamera, Sang Bintang Pernah Bermain Api

Pada waktu itu, China mengatakan bahwa pengajuan Malaysia “secara serius melanggar kedaulatan, hak kedaulatan dan yurisdiksi Tiongkok di Laut China Selatan ”.

Fiery Cross Reef
Fiery Cross Reef (PLA via Serambinews)

Dalam tanggapan terakhirnya, Malaysia mengatakan pihaknya menolak "klaim China atas hak bersejarah, atau hak kedaulatan atau yurisdiksi lainnya, sehubungan dengan area maritim di Laut China Selatan yang dicakup oleh bagian yang relevan dari 'nine-dash line' (sembilan garis putus-putus)."

Sembilan garis putus-putus sendiri adalah garis yang digambar oleh pemerintah China mengenai klaim wilayahnya di Laut China Selatan, meliputi Kepulauan Paracel dan Kepulauan Spratly yang dipersengketakan dengan Filipina , Tiongkok , Brunei , Malaysia , Taiwan dan Vietnam 

Pernyataan China itu "bertentangan dengan (UNCLOS) dan tanpa pengakuan hukum untuk luas (yang) melampaui batas geografis dan substantif dari hak maritim China di bawah konvensi," kata nota verbale Malaysia.

Sebuah sumber yang dekat dengan posisi bersejarah Malaysia dalam sengketa laut mengatakan, isi dari nota verbale mencerminkan penolakan lama negara itu terhadap 'sembilan garis putus-putus' China.

China mengklaim hampir keseluruhan perairan sebagai bagian dari 'sembilan garis putus-putus'.

Batas itu ditentang oleh Vietnam, Filipina, Malaysia dan Brunei, juga Taiwan.

Sumber: Grid.ID
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved