Renungan Harian Katolik

Kerajaan Allah Ibarat Pukat yang Dilabuhkan di Laut

Sebetulnya dunia ini sama dengan lautan luas. Manusia ibarat ikan-ikan. Ada yang besar & ada yang kecil. Semua jenis ada & berwarna warni.

Editor: Agustinus Sape
Dok Pribadi
RD Ambros Ladjar 

Renungan Harian Katolik, Kamis 30 Juli 2020

Kerajaan Allah Ibarat Pukat yang Dilabukan di Laut (Mt 13: 47-53)

Oleh RD Ambros Ladjar

POS-KUPANG.COM - Tentu orang di pesisir pantai sudah familiar dengan pukat, jala. Ada jaring lempar, kecil & ada jala besar, dengan sebutan berbeda tiap daerah.

Jenis ini butuh sarana bantu untuk mengoperasikan. Jenis ini juga yang mungkin dipakai Yesus dalam perumpamaan. Karena banyak ikan yang dijaring. Ikan yang baik disimpan. Sedangkan yang busuk, beracun dibuang.

Sebetulnya dunia ini sama dengan lautan luas. Manusia ibarat ikan-ikan. Ada yang besar & ada yang kecil. Semua jenis ada & berwarna warni.

Memberitakan injil sama dengan menebarkan jala. Boleh jadi kalau pukat besar maka akan menjaring banyak jenis ikan: besar, kecil. Bahkan turut terjaring pula terumbu karang, rumput laut, sampah, dsb.

Kerajaan surga itu milik semua orang dari mana saja. Perumpamaan ini bicara tentang Pengadilan terakhir. Pada akhir zaman, semua orang akan dikumpulkan.

Bersamaan dengan itu para malaikat juga akan membuat seleksi ketat. Lebih dari pada seleksi menjadi pejabat. Sebab di dalamnya ada yang baik dan ada yang jahat.

Jika yang jahat & berdosa bertobat maka amanlah mereka. Tapi kalau tak mau bertobat maka akan sial nasibnya. Pada saatnya akan dihalau keluar. Di sana akan ada ratap & kertak gigi.

Jadi ASN, Polisi, Tentara, karyawan swasta di bidang mana pun ada masa pensiun. Beda kalau Jadi pengikut Yesus. Tak kenal masa pensiun dari berbagai perbuatan baik.

Mari kita gunakan sisa waktu hidup dengan pelayanan yang baik. Tangkap peluang untuk berbenah agar bisa masuk kerajaan Allah.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved