Rabu, 8 April 2026

4000 Rumah tak Layak Huni di Kota Kupang

Saat ini Pemerintah Kota Kupang tengah gencar memberikan bantuan kepada warga yang betul-betul membutuhkan kebutuhan papan layak huni

Penulis: Yeni Rachmawati | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/F MARIANA NUKA
Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kota Kupang Cornelis Isak Benny Sain ditemui wartawan di ruang kerjanya, Senin (22/6/2020) 

POS-KUPANG.COM | KUPANG -- Saat ini Pemerintah Kota Kupang tengah gencar memberikan bantuan kepada warga yang betul-betul membutuhkan kebutuhan papan layak huni.

Melalui Program Bedah Rumah, sudah sekira 12 unit rumah yang dibedah dan dinikmati warga kota. Dalam waktu deka ada tiga unit rumah lagi yang akan selesai dibedah. 145 sedang disurvei oleh fasilitator survei.

DPW Partai NasDem NTT Gelar Rapat Konsolidasi Bersama DPD NasDem Sumba Timur

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman, Benny Sain, kepada POS-KUPANG.COM, Kamis (30/7/2020), menyampaikan bedah rumah ini menyasar warga yang sangat membutuhkan rumah layak huni.

Karena berdasarkan data ada 4.000-an rumah tak layak huni di kota Kupang. Dalam tiga tahun anggaran berjalan, peningkatan kualitas rumah sekira 200-an unit.

Raih WTP, Pemkab Belu Dapat Dana Insentif Rp 42 Miliar

Benny menyebutkan yang sudah dibedah lewat DAK 202 unit , ditambah lagi 145, bertotal 347 unit rumah, dari DAU Provinsi 225 unit sehingga totalnya menjadi 572 unit rumah. Kemudian rencananya akan ditambah lagi dengan DAU Kota sekitar 50, an.

Jadi secara keseluruhan 622 rumah. Imi diluar DAK dan Dau Provinsi tahun 2020.

"Dukungan dewan terhadap program ini cukup bagus. Memang perlu ada pembenahan-pembenahan kedepan. Itu hal yang normatif untuk memperbaiki pola kerja," ujarnya.

Menurutnya untuk pola swadaya murni sangat susah dijalankan karena berbagai kondisi yang ada, seperti kondisi fisik yang tidak mencukupi, hidup hanya bisa memenuhi kebutuhan makan sehari-hari.

Bila harus berkontribusi lagi, maka mereka tidak bisa punya rumah yang baik.

"Agak susah mengharapkan warga untuk berkontribusi kecuali orang-orang yang produktif. Tapi Pemerintah betul-betul membantu yang rumahnya yang rumqhnya tidak layak huni. Apalagi orang kupang belum familiar dengan panti jompo, seperti di Jawa. Jadi sangat butuh perhatian pemerintah," ujarnya.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Yeni Rachmawati)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved