Berita Mbay

Tiga Tersangka Peragakan 83 Adegan Saat Bunuh Pria Asal Papua di Nagekeo, Dipukul Pakai Balok

Polres Nagekeo, melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang pria asal Papua di Desa W

Penulis: Gordi Donofan | Editor: Ferry Ndoen
Foto: Dok. Polres Nagekeo
Ket: Suasana rekon kasus pembunuhan di Translok Desa Waekokak Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, Selasa (28/7/2020). 

POS-KUPANG.COM | MBAY -- Polres Nagekeo, melalui Satuan Reserse dan Kriminal (Satreskrim) menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan seorang pria asal Papua di Desa Waekokak, Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo, NTT Selasa (28/7/2020).

Pelaksanaan rekonstruksi dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) di areal persawahan blok D Translok Desa Waekokak Kecamatan Aesesa Kabupaten Nagekeo.

Saat itu dilakukan dengan pengamanan ketat aparat Polres Nagekeo. Mereka bersiaga di seputaran TKP saat rekon berlangsung.

Data yang diperoleh POS-KUPANG.COM, menyebutkan ada 83 adegan diperagakan oleh tiga orang tersangka saat itu.

Tiga tersangka itu masing-masing FR (23), KS (21) dan GDD (21) terhadap korban Demianus Dowan Siba (21).

Kasat Reskrim Polres Nagekeo, Iptu Mahdi Ibrahim Dejan mengatakan proses rekon berjalan aman dan lancar. Ada 83 adegan yang dilakukan oleh tiga orang tersangka saat menghabisi nyawa korban.

"Hari ini kegiatan kita menggelar rekonstruksi, Sebanyak 83 adegan diperagakan dalam proses rekonstruksi itu. Pemukulan dilakuan oleh tersangka menggunakan kayu balok pada adegan ke 5 sampai 7 dan eksekusi terakhir sampai korban meninggal di adegan ke 23 sampai 27," jelasnya.

Ia menyatakan setelah dilakukan proses rekonstruksi pihaknya akan segera melimpahkan kasus tersebut ke Kejaksaan Negeri Bajawa dalam waktu dekat.

"Setelah ini, sesegera mungkin kita limpahkan ke JPU" tegasnya.

Tahan Tiga Tersangka

Sebelumnya, Polres Nagekeo telah mengungkap kronologis dan motif pembunuhan sadis yang dilakukan FR, KS, dan GDD, terhadap Demianus Dowan Siba di Desa Waekokak pada Rabu (27/6/2020) lalu.

Kapolres Nagekeo AKBP Agustinus Hendrik Fai SH.MH mengatakan sebelum melakukan aksi pembunuhan, ketiga pelaku dan korban bersama-sama meneguk alkohol atau minuman keras di sawah keluarga istri korban.

Korban dibunuh saat perjalanan pulang menuju rumah dan sebelumnya mereka terjadi adu mulut.

"Sebelum korban di bunuh, awalnya terjadi pertengkaran mulut antara korban dan ketiga pelaku tersebut karena kelebihan konsumsi Alkohol (moke)," jelasnya.

Ia mengatakam, dalam pertengkaran itu, korban sempat menghujat mantunya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved