Pilkada Sumba Timur - Bawaslu Temukan Banyak Warga Belum Terdata
- Bawaslu Sumba Timur menemukan ada warga belum terdata dalam administrasi kependudukan. Bawaslu juga mengharapkan masyarakat bisa m
Penulis: Oby Lewanmeru | Editor: Ferry Ndoen
Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Oby Lewanmeru
POS-KUPANG.COM/WAINGAPU - Bawaslu Sumba Timur menemukan ada warga belum terdata dalam administrasi kependudukan. Bawaslu juga mengharapkan masyarakat bisa mengurus administrasi kependudukan berupa KTP agar bisa ikut memilih.
Hal ini disampaikan Ketua Bawaslu Sumba Timur, Anwar Engga, Senin (27/7 /2020).
Menurut Anwar, saat ini KPU sementara melakukan pencocokan dan penelitian (coklit) data pemilih dan akan berakhir pada 13 Agustus mendatang.
"Kita temukan memang ada masyarakat yang tidak miliki identitas. Kondisi ini tentu akan berakibat masyarakat tidak bisa ikut berpartisipasi dalam pemilihan," kata Anwar.
Dia menjelaskan, saat coklit, Bawaslu Sumba Timur memang tidak memiliki data yang hendak dicoklit. "Tapi ada banyak masyarakat yang tidak memiliki identitas kependudukan sehingga akan berpengaruh pada jumlah pemilih," katanya.
Sebelumnya, Anwar juga mengharapkan tidak ada Kluster pilkada akibat munculnya kasus Corona Virus Disease (Covid-19) ketika pelaksanaan tahapan pilkada.
• Korban Dicekoki Miras Pilih Kabur Lewat Pintu Belakang, Lelaki Ini Diduga Cabuli Anak Kandung
"Jangan sampai ada kasus muncul dan dikatakan dari kluster pilkada," kata Anwar.
Terkait kelengkapan atau alat pelindung diri (APD) bagi petugas pengawasan di lapangan, ia mengakui, Bawaslu Sumba Timur mendapat bantuan APD dari pusat.
"Beberapa waktu lalu kita ajukan tambahan anggaran,namun pemerintah daerah tidak bisa akomodir, sehingg ada bantuan lewat APBN melalui provinsi, yakni APD," katanya.
Dikatakan, petugas baik panwascam dan pengawas desa dan kelurahan akan dilengkapi dengan APD, termasuk vitamin C dan hand sanitizer.
"Jadi memang kita tidak ingin tiba-tiba muncul kasus dan itu dikatakan kluster pilkada," ujarnya.
