Petani Cengkeh di Kampung Heso, Manggarai Timur Mengeluh Harga Anjlok
Para petani cengkeh di Kampung Heso, Desa Golo Wune, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur mengeluh harga cengkeh anjlok
Penulis: Robert Ropo | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | BORONG - Para petani cengkeh di Kampung Heso, Desa Golo Wune, Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur mengeluh harga cengkeh anjlok.
Keluhan itu disampaikan oleh petani cengkeh Heso, Albert Harianto, Agus Deok dan sejumlah petani lainya kepada POS-KUPANG.COM, Selasa (28/7/2020).
Albert Harianto mengatakan, hasil cengkeh pada musim panen kali ini sangat bagus sebab cuaca berupa curah hujan yang bagus. Namun sayangnya, harga malah anjlok.
• Diterpa Angin Kencang 10 Jam Musdes Melelahkan di Blata Tatin Hasilkan Dokumen 2021
"Biasanya harga perkilogram itu Rp 90.000 sampai Rp 100.000, tapi sekarang hanya Rp 50.000/Kg. Kita sebagai petani tentu sangat kecewa dengan harga cengkeh yang sangat turun ini,"ungkap Albert dengan nada kecewa.
Dikatakan Albert anjloknya harga cengkeh itu diduga karena pandemi covid-19. "Karena saya sempat tanya di tokoh hasil Bumi di Borong, katanya harganya begitu memang mungkin karena pengaruh corona,"ungkap Albert.
• Warga Malaka Antusias Membayar Pajak di Samsat
Petani cengkeh lainya, Agus Deok juga menyampaikan keluhan yang sama. Agus berharap agar harga cengkeh kembali normal meskipun saat ini dilanda pandemi covid-19.
"Kita berharap agar harga cengkeh ini kembali normal, karena ditengah virus corona ini kami punya penghasilan tidak ada, kami sebagai petani berharap dari hasil cengkeh ini saja untuk kebutuhan hidup kami. Kalau harga Rp 50.000/Kg saat ini sangat tidak adil karena kita juga sangat capai urus tanam dan rawat tanaman cengkeh ini,"pungkas Agus. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Robert Ropo)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/petani-cengkeh-albert-harianto-sedang-petik-cengkeh.jpg)