Renungan Harian Katolik
Iusti Fulgebunt Sicut Sol; Orang yang Benar Bersinar Seperti Matahari
Orang yang berbahagia, raut wajahnya tampak berseri-seri dan bersinar seperti cahaya matahari.
Renungan Harian Katolik, Selasa 28 Juli 2020
Iusti Fulgebunt Sicut Sol; Orang yang Benar Bersinar Seperti Matahari
Oleh: RD. Maxi Un Bria
POS-KUPANG.COM - Plato filsuf dari Yunani yang hidup pada 427-347 SM mengatakan bahwa “ Keadilan, kebenaran dan kebebasan adalah pangkal kebahagiaan”.
Kebahagiaan hidup dapat dicapai bila orang bersikap adil, hidup benar dan jujur serta bebas mengekspresikan diri dengan baik.
Orang yang berbahagia, raut wajahnya tampak berseri-seri dan bersinar seperti cahaya matahari.
Orang benar dan baik akan bercahaya sementara orang yang berdosa dan jahat akan redup.
Kebenaran dalam dirinya memberikan terang dan pecerahan rasional pada satu sisi dan pada sisi yang lain memancarkan kegembiraan hati dari dalam.
Kebenaran berdimensikan kualitas diri yang membentuk seseorang menjadi lebih percaya diri dan bahagia.
Kebenaran yang otentik selain rasional pada tataran kognitif juga menghadirkan kedamaian dan kepuasan secara psikologis.
Dalam tataran imanen dan transenden, orang benar dicintai Tuhan dan menjadi bagian dari warga kerajaan surga, kerajaan kedamaian dan kebahagiaan yang abadi.
Sementara pada tataran etis moral orang benar dan jujur dikagumi, dipercaya dan disegani dunia karena ada kecocokan antara sikap hidup dengan norma-norma moral yang berlalku.
Kebenaran selalu dipertentangkan dengan kesalahan dalam tataran ilmiah dan dalam tataran imanen -moral, kebenaran dipertentangkan dengan dosa, tipu muslihat serta berbagai kejahatan.
Perikope Injil Matius 13 : 36-43, mengingatkan kita agar terus berjuang untuk hidup sebagai orang benar. Benar dalam pikiran, perkatan dan sikap hidup sesuai kebenaran Kabar Gembira yang diajarkan oleh Yesus Kristus.
Kita diajak untuk bertumbuh sebagai benih gandum yang baik dan unggul pada tanah yang subur dan bukan sebagai benih ilalang.
Lebih dari itu bahkan kita diminta untuk tetap berjuang hidup sebagai benih yang baik dan unggul meski di tanah yang tandus.
Apa artinya menjadi benar? Benar dalam perspektif Kristiani artinya ada kecocokan antara apa yang diajarkan Yesus dengan perilaku hidup kita sebagai orang beriman.
Dalam pemahaman normatif benar artinya ada kesesuaian antara apa yang kita pikirkan, katakan dan lakukan dengan norma -norma hidup dan moral sosial kemasyarakatan yang berlaku .
Dalam tatanan hidup berbangsa dan bernegara di Indonesia, kebenaran dapat dipahami dalam arti ada kecocokan antara sikap hidup dengan nilai-nilai Ideologi Pancasila.
Benar juga menyangkut kejujuran berpikir, berucap dan bertindak dalam interaksi hidup sosial kemasyarakatan.
Kebenaran membuat orang menjadi lebih percaya diri dan karena itu pantas mendapatkan kepercayaan – kredibilitas di hadapan Allah dan manusia.
Dalam tatanan hidup bernegara dan bermasayarakat, seorang pemimpin pada level apa pun, dapat dipercaya, disegani dan dihargai publik karena memiliki kebenaran dan kejujuran dalam dirinya.
“Orang-orang benar akan bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka “ ( Matius 13 : 43).
Orang-orang benar adalah benih-benih yang baik dan berkualitas yang tumbuh pada ladang yang subur.
Benih-benih unggul dalam proses pertumbuhan mesti tetap dirawat agar berbuahkan kebaikan pada waktunya.
Tuhan sebagai penabur ikut terlibat merawat dan memberkati kebenaran dan orang-orang yang mecintai dan melakukan kebenaran dalam hidup.
Musuh kebenaran adalah kejahatan dan berbagai godaan yang ditawarkan iblis melalui pikiran, mulut, mata dan tindakan manusia yang irasional, yang selain menghancurkan kualitas diri juga merusak kebaikan tatanan hidup bersama.
Untuk menghadapi musuh yang menaburkan ilalang pada ladang kehidupan manusia, maka manusia kristiani mesti berpegang teguh pada kebenaran imanen yang diajarkan Yesus dalam Kitab Suci.
Refleksi dan kontemplasi Kitab Suci serta evaluasi kritis terhadap diri dan aktivitas hidup setiap hari dapat membantu orang-orang beriman menjadi orang-orang benar yang bercahaya seperti matahari dalam Kerajaan Bapa mereka.
Orang benar mungkin dibenci dunia tetapi dicintai Allah. Disegani dan dikagumi oleh orang yang beriman dan rasional, tetapi tidak dipahami oleh mereka yang irasional.
Seperti matahari yang memancarkan sinarnya setiap pagi, demikian pun hendaknya manusia memancarkan sikap hidup yang benar setiap hari, baik sebagai insan beriman yang hidup menurut kehendak Allah sebagai kebenaran iman sesuai Kitab Suci dan sebagai warga negara Kesatuan Republik Indonesia kita berupaya agar hidup benar sebagai warga negara yang baik sesuai nilai-nilai Ideologi Pancasila.
Selamat bercahaya dan berjuang untuk hidup benar sebagai orang beriman dan sebagai warga negara Indonesia yang berkualitas dan bermartabat.
Doa : Ya Tuhan rahmatilah diri kami agar dalam hidup beriman dan bernegara, mampu menegaskan diri sebagai orang-orang yang benar kerana mencintai nilai-nilai kebenaran, religiositas, kejujuran, ketulusan, otentitas, kemanusiaan, persatuan, gotong royong, dialog, toleransi dan keadilan serta solidaritas sosial dalam hidup bersama, amin.
NONTON JUGA VIDEO BERIKUT:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/maxi-un-bria-di-menara-pizza.jpg)