Dua Nelayan Diduga Hilang di Pantai Beiseuk Malaka Barat Belum Berhasil Ditemukan
diduga hilang di Pantai Beiseuk, Desa Rabasa Haerain, Minggu (26/7) sekitar pukul 07.00 Wita hingga kini belum ditemukan.
Penulis: Edy Hayong | Editor: Rosalina Woso
Dua Nelayan Diduga Hilang di Pantai Beiseuk Malaka Barat Belum Berhasil Ditemukan
POS-KUPANG.COM I BETUN---Dua orang nelayan asal Desa Rabasa Haerain, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, yang diduga hilang di Pantai Beiseuk, Desa Rabasa Haerain, Minggu (26/7) sekitar pukul 07.00 Wita hingga kini belum ditemukan.
Upaya koordinasi dengan Tim SAR di Kupang sudah dilakukan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Malaka, untuk membantu mencarikan keberadaan kedua nelayan ini namun belum ada jawaban.
Kepala BPBD Malaka, Gabriel Seran menyampaikan hal ini kepada Pos-Kupang di Betun, Senin (27/7).
Dijelaskan Gabriel, sejak adanya peristiwa hilangnya kedua korban atas nama Servasius Seran Alias Bet (42), warga Desa Rabasa Haerain dan Yasintus Nahak Bria Alias Erik (33) warga Dusun Berasi B, Desa Rabasa Haerain koordinasi bersama pihak kecamatan dan Polsek Malaka Barat dilakukan.
Upaya pencarian hanya bisa dilakukan di pinggir pantai karena untuk masuk ke lautan lepas dibutuhkan tim yang punya keahlian dan itu hanya ada pada Tim SAR.
"Kita sudah komunikasikan dengan Tim SAR di Kupang tapi belum ada jawaban. Mereka punya keahlian mencari. Kita di sini peralatan terbatas dan tidak ada keahlian khusus mencari korban yang ada di laut," jelas Gabriel.
Sebelumnya diberitakan, Camat Malaka Barat, Efraim Bria Seran, S.Fil, MM, dikonfirmasi Pos-Kupang, Minggu (26/7) petang, mengakui soal kehilangan dua warga Desa Rabasa Raehain ini.
Dijelaskan Efraim, sesuai laporan polisi yang dikirim Kapolsek Malaka Barat kepadanya disebutkan bahwa dua nelayan itu yakni Servasius Seran Alias Bet (42), warga Desa Rabasa Haerain dan Yasintus Nahak Bria Alias Erik (33) warga Dusun Berasi B, Desa Rabasa Haerain.
Tentang kronologis kejadian, kata Efraim, dari laporan polisi disebutkan bahwa berdasarkan keterangan para saksi, bahwa saksi bersama korban tersebut dan beberapa orang nelayan yang lainnya masuk melaut pada Minggu (26/7) sekitar pukul 03.30 Wita.
Kedua orang korban tersebut menggunakan satu perahu kayu tanpa mesin. Setelah sekitar 3 jam mereka melaut atau mencari ikan, mereka kembali ke pantai.
Pada saat pulang kembali ke pantai tersebut saksi tersebut dari jarak sekitar 50 meter melihat perahu yg ditumpangi oleh korban tersebut tenggelam bersama teman korban karena diterjang oleh ombak yg besar.
Beberapa saat kemudian perahu tersebut mengapung atau muncul kembali di atas permukaan air sedangkan 2 orang korban tidak terlihat lagi.
Melihat hal tersebut saksi berusaha mendekati posisi tempat korban tenggelam, namun karena ombak terlalu besar mereka tidak dapat menolong korban.
Selanjutnya saksi kembali ke Pantai untuk memberitahukan kejadian tersebut kepada nelayan yang lainnya yang sudah terlebih dahulu berada di pantai.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/breaking-news-nelayan-wuring-tenggelam-di-pantai-nangahure-sikka.jpg)