Minggu, 26 April 2026

Direktur PDAM : Pembayaran Tagihan Secara Online PDAM Kabupaten Ende Lancar

, itu berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang nilainya mencapai 500 juta.

Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/LAUS MARKUS GOTI
Aktivitas salah satu pagawai di Kantor PDAM Kabupaten Ende, Senin (27/7/2020). 

Direktur PDAM : Pembayaran Tagihan Secara Online PDAM Kabupaten Ende Lancar

POS-KUPANG.COM | ENDE - Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Ende membuat gebrakan baru yakni pembayaran tagihan oleh pelanggan dilakukan secara online melalui Bank NTT.

Pembayaran secara online diberlakukan demi meminimalisir penyalahgunaan atau kekeliruan dalam transaski secara manual.

Sudah kurang lebih satu bulan pembayaran secara online berjalan. Direktur PDAM Kabupaten Ende Yustinus Sani mengatakan sejauh ini pembayaran tagihan secara online berjalan lancar.

Hal itu disampaikan Yustinus saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Senin (27/7/2020).

"Untuk datanya pembayaran secara online saat ini kita masih rekap, ini kita baru berjalan sebulan," ungkapnya.

Menurutnya, proses pembayaran secara manual, ada peluang penyalahgunaan. Yustinus katakan, penyalahgunaan saat pembayaran secara manual sudah terbukti di tahun-tahun sebelum ia menjabat sebagai direktur.

"Mungkin orang bilang kita terlambat mulai bayar secara online, tapi tidak apa-apa kita harus mulai," ungkapnya.

Terkait penyalahgunaan dimaksud, Yustinus menurut, itu berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) yang nilainya mencapai 500 juta.

Debit Mata Pana Turun Drastis

Yustinus menambahkan saat ini debit mata air Pana di Kabupaten Ende yang merupakan salah satu sumber Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Ende, turun drastis.

Dia katakan pihaknya sudah turun langsung memantau langsung mata air Pana, yang berlokasi di Desa Sokoria Kecamatan Ndona Timur.

Menurutnya menurunnya debit mata air Pana karena musim kemarau. "Yah saat ini musim kemarau jadi debitnya turun. Beda kalau musim hujan normal bahkan naik," ungkapnya.

Lanjutnya, dalam kondisi normal produksi air dari mata air Pana mencapai sepuluh liter per detik, namun saat ini turun menari empat liter per detik.

"Solusi atas problem tersebut, kita akan pakai pompa air di sumber Wolowona untuk distribusi kepada para pelanggan," ungkapnya.

Sumber: Pos Kupang
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved