Direktur PDAM : Debit Mata Air Pana Kabupaten Ende Turun Drastis
pihaknya sudah turun langsung memantau mata air Pana, yang berlokasi di Desa Sokoria Kecamatan Ndona Timur.
Penulis: Laus Markus Goti | Editor: Rosalina Woso
Direktur PDAM : Debit Mata Air Pana Kabupaten Ende Turun Drastis
POS-KUPANG.COM | ENDE--- Debit mata air Pana di Kabupaten Ende yang merupakan salah satu sumber Perusahaan Air Minum Daerah (PDAM) Kabupaten Ende, turun drastis.
Hal itu disampaikan oleh Direktur PDAM Kabupaten Ende Yustinus Sani saat diwawancarai POS-KUPANG.COM di ruang kerjanya, Senin (27/7/2020).
Dia katakan pihaknya sudah turun langsung memantau mata air Pana, yang berlokasi di Desa Sokoria Kecamatan Ndona Timur.
Menurutnya menurunnya debit mata air Pana turun karena musim kemarau. "Yah saat ini musim kemarau jadi debitnya turun. Beda kalau musim hujan normal bahkan naik," ungkapnya.
Lanjutnya, dalam kondisi normal produksi air dari mata air Pana mencapai sepuluh liter per detik, namun saat ini turun menari empat liter per detik.
"Solusi atas problem tersebut, kita akan pakai pompa air di sumber Wolowona untuk distribusi kepada para pelanggan," ungkapnya.
Yustinus menjelaskan, dampak dari menurunnya debit air Pana berakibat air PDAM yang mengalir ke keran pelanggan tidak begitu deras seperti biasa.
Dia menyebut sumber air PDAM untuk area Kota Ende antara lain Nangaba, Wolowona, Ae Kipa dan Pana.
• Belum Ada Ganti Rugi Lahan, Warga Konbaki Duduki Lokasi PembangunanTemef
• Dinas Kependudukan&Pencatatan; Sipil Kota Kupang Layani Kepengurusan E-KTP Sesuai Protokol Kesehatan
"Untuk tiga sumber lainnya masih aman, hanya sumber Pana saja yang debit airnya turun. Kita akan secepatnya atasi dampaknya dengan pompa air di Wolowona," ungkap Yustinus.(Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Laus Markus Goti)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/debit-mata-air-pana-kabupaten-ende-turun-drastis.jpg)