Lahir di Puskesmas, Nama Bayinya 'Chiko Daun' Supaya Punya Jiwa Sosial Seperti Anak Taman Daun
engaktifkan kembali BPJS Kesehatan milik Santi Lamahoda dan memberinya sejumlah uang untuk biaya hidupnya.
Penulis: Ricardus Wawo | Editor: Rosalina Woso
Lahir di Puskesmas Lewoleba, Nama Bayinya 'Chiko Daun' Supaya Punya Jiwa Sosial Seperti Anak Taman Daun
POS-KUPANG.COM|LEWOLEBA--Bayi mungil itu baru saja lahir di Puskesmas Lewoleba Kabupaten Lembata dalam keadaan sehat sekira pukul 15.00 Wita pada Kamis, (23/7/2020). Ibunya Nursanti Lamahoda memberi nama bayi berjenis kelamin laki-laki itu, Chiko Daun.
Nama yang sudah dia siapkan beberapa bulan sebelumnya. Santi, demikian ibu berusia 25 tahun itu akrab disapa, punya alasan tersendiri menyematkan nama 'Daun' di belakang nama anak keduanya itu.
Ketika ditemui Pos Kupang usai bersalin, Santi dengan tersenyum menjawab singkat alasan dia memberi nama anaknya itu, "nama bayinya Chiko Daun supaya punya jiwa sosial seperti anak Taman Daun."
Sembilan bulan selama mengandung Chiko, Santi Lamahoda memang punya pengalaman yang cukup intim dengan para Relawan Taman Daun. Mereka sering membantu dirinya di masa-masa sulit itu. Kesan itu rupanya tertanam dalam benak dan sanubari Santi.
Santi tinggal bersama anak pertamanya Cherry, sudah berusia empat tahun dan adiknya yang sudah putus sekolah. Orangtua mereka sudah meninggal dunia.
Syukur, masih ada warisan peninggalan orangtua berupa sepetak tanah di Kawasan Kota Baru, Kelurahan Lewoleba Tengah. Di atas petak tanah itu, sekelompok pemuda secara swadaya mendirikan rumah sederhana yang kini Santi dan adiknya huni.
Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Santi biasa mencuci pakaian di rumah orang. Para tetangga juga sudah sering memberi bantuan sedikit lauk pauk kepada mereka.
Penghasilan bekerja sebagai penatu tentu tak banyak. Apalagi saat dia mengandung, aktivitas mencuci harus dikurangi. Sebagai seorang ibu yang sedang hamil, Santi tentu tak bisa bekerja banyak untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Dari pemberitaan media massa, Relawan Taman Daun pun mengetahui kondisi Santi Lamahoda, seorang anak yatim piatu yang sedang hamil tujuh bulan dan tak mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BST) Covid-19.
Para relawan pun bergerak cepat, mendatangi rumah Santi dan memberikan bantuan sembako kepadanya. Relasi para relawan dan Santi pun terus terjalin sejak itu.
Sebulan sebelum Chiko lahir, difasilitasi para relawan, Wakil Bupati Lembata Thomas Ola Langoday berkesempatan bertemu dengan Santi dan adiknya di rumah mereka. Wabup Langoday yang mendengar kisah Santi Lamahoda, langsung memintanya pergi ke Puskesmas Lewoleba untuk memeriksa kandungan.
Wabup Langoday juga mengaktifkan kembali BPJS Kesehatan milik Santi Lamahoda dan memberinya sejumlah uang untuk biaya hidupnya.
Saat Chiko Daun lahir, para Relawan Taman Daun mengunjunginya di Puskesmas. Beberapa di antara mereka, John Batafor, Nefri Eken, Keri Burin, Rimba Ollind, Jack Buran dan Andri Atagoran tampak turut bahagia melihat Chiko dan ibunya dalam keadaan sehat. Kehadiran para relawan juga disambut gembira Santi Lamahoda yang terus menyungging senyum.
Rimba Ollind, salah satu relawan, awalnya tak percaya kalau bayi yang baru lahir itu diberi nama Chiko Daun yang secara etimologis berasal dari nama Taman Daun.
"Saya juga awalnya tidak percaya tapi ibunya katakan kalau nama itu sudah dia siapkan. Saya baru percaya," kata Rimba bersama para relawan lainnya.