Cegah Stunting, Pemdes Harus Buatkan Perdes
Kegiatan tersebut digelar oleh Bapelitbang Nagekeo dalam mengiplementasi dari "Forum Rembuk Stunting Daerah Tingkat Kabupaten Nagekeo".
Penulis: Gordi Donofan | Editor: Rosalina Woso
Cegah Stunting, Pemdes Harus Buatkan Perdes
POS-KUPANG.COM | MBAY -- Pemerintah Desa (Pemdes) Totomala di Kecamatan Wolowae Kabupaten Nagekeo memfasilitasi kegiatan sosialisasi stunting.
Kegiatan tersebut digelar oleh Bapelitbang Nagekeo dalam mengiplementasi dari "Forum Rembuk Stunting Daerah Tingkat Kabupaten Nagekeo".
Badan Perencanaan Pembangunan Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbang) sebagai perangkat daerah yang menjalankan fungsi koordinasi perangkat daerah melakukan sosialisasi cegah stunting dan fasilitasi pembuatan Perdes pencegahan stunting di Desa.
Kepala Desa Totomala, Marianus Ngayu, mengapresiasi kegiatan tersebut.
"Tahun 2020 terdapat 20 desa lokus stunting, Totomala salah satu desa lokus stunting," ujar Kades Marianus, Sabtu (25/7/2020).
Ia mengharapkan agar secara bersama mencegah stunting sehingga anak-anak generasi penerus tidak mengalami stunting.
Sementara Kasubdit Pemerintahan dan Pembangunan Bapelitbang Nagekeo, Larensius Yustinus Bitua,
menjelaskan butuh peran lintas sektor dalam menurukan angka stunting.
Dalam upaya percepatan penurunan stunting dilakukan melalui intervensi multisektor termasuk desa antara lain, intervensi gizi spesifik adalah domain urusan kesehatan dan KB, intervensi gizi sensitif adalah domain lintas sektor dan lingkungan yang mendukung.
Sementara itu, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Nagekeo, Ignatia K.A. Settu, menjelaskan stunting adalah gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi kronis sehingga anak lebih pendek dari usianya.
Menurutnya angka stunting di Nagekeo trend menurun tetapi masih ada. Tahun 2018 ada 36,94% tahun 2019 ada 21,40% tahun 2020 ada 18,49%.
Desa Totomala menyumbang empat bayi stunting.
Buatkan Perdes
Sementara Kabid Pemerintah Desa mewakili Dinas Pemerintah Desa dan Perlindungan Perempuan dan Anak, Gusti E.Wea menjelaskan harus ada Perdes.
Ia menjelaskan Perdes ini memperkuat komitmen kita dalam mencegah stunting, kepala desa diberi ruang besar untuk mencegah stunting dengan kearifan-kearifan lokal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/suasana-kegiatan-sosialisasi-di-desa-totomala-kecamatan-wolowae.jpg)