News

Siapkan Strategi KBM Tatap Muka, Bupati Malaka Deadline Sekolah Dua Minggu, Ini yang Dilakukan

Dalam rapat bersama pengelola sekolah dari PAUD sampai perguruan tinggi secara khusus membahas bagaimana strategi yang digunakan pada KBM tatap muka

Penulis: Edy Hayong | Editor: Benny Dasman
POS-KUPANG.COM/Edi Hayon
Rapat bersama antara Bupati Malaka dan unsur Forkopimda terkait penerapan pelaksanaan KBM tatap muka di sekolah yang ada di Malaka, Selasa (21/7/2020) 

Laporan Wartawan Pos Kupang, Com, Edy Hayong

POS KUPANG, COM, BETUN - Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS), bersama unsur Forkopimda memberikan deadline dua minggu kepada sekolah-sekolah di daerah itu menyiapkan hal-hal teknis dan strategi kegiatan belajar mengajar (KBM) secara online.

Pasalnya, KBM tatap muka untuk semua jenjang pendidikan belum diperkenankan.

"Kita akan bahas strategi KBM ini pada rapat lanjutan tanggal 4 Agustus nanti," ujar Bupati SBS, Selasa (21/7).

Menurut SBS, dalam rapat bersama pengelola sekolah dari PAUD sampai perguruan tinggi secara khusus membahas bagaimana strategi yang digunakan pada KBM tatap muka di era tatanan baru.

Sebelum dilaksanakan KBM tatap muka di sekolah, kata SBS, sudah ditegaskan agar selama dua pekan ke depan setiap sekolah melakukan persiapan penerapannya nanti.

Para siswa diberikan pelatihan soal bagaimana tata cara masuk kelas, keluar kelas dan hindari kerumunan.

"Sekolah wajib atur teknis itu, termasuk ketika berada dalam kelas. Karena virus ini sangat rentan terhadap para siswa. Kita tidak mau anak-anak terkena covid, makanya dua minggu ini mereka harus dilatih," tegas SBS.

Selama latihan di sekolah, lanjut SBS, akan diawasi anggota Polri dibantu TNI dan Satpol PP. Sekolah juga diwajibkan menyiapkan alat pelindung diri bagi siswa apakah itu masker, tempat cuci tangan dan paling penting menjaga jarak.

"Kalau sudah dilatih selama dua minggu, tanggal 4 Agustus kita hadirkan lagi para kepala sekolah melaporkan kesiapannya. Kalau sudah siap, kita putuskan. Jadi, betul-betul selektif karena ini dalam upaya menyelamatkan anak-anak kita," jelas SBS.

Menurutnya, selama tahapan persiapan dilakukan, KBM melalui daring yang sudah dilaksanakan tetap berlanjut. Pembahasan saat ini mengenai strategi manakala dilaksanakan KBM tatap muka.

"Nanti kita evaluasi lagi. Kalau belum siap, kita larang jangan dulu KBM tatap muka," tegas SBS. *

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved