Breaking News:

Baru Dikerjakan Sudah Rusak Parah, Komisi I DPRD TTS Rekomendasi Audit Khusus Jalan Sei

Sebelum melakukan pemantauan lapangan, bersama Dinas PMD, komisi 1 mengadakan rapat bersama TPK dan pemerintah desa

Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/ISTIMEWA
Komisi 1 DPRD TTS sedang memantau pekerjaan jalan lapen di Desa Sei yang dalam kondisi rusak berat pasca dikerjakan 

Baru Dikerjakan Sudah Rusak Parah, Komisi I DPRD TTS  Rekomendasi Audit Khusus Jalan Sei

POS-KUPANG.COM | SOE - Komisi 1 DPRD TTS, Selasa (21/7/2020) siang melakukan uji petik lapangan pekerjaan jalan lapen di dusun 1, Desa Sei, Kecamatan Kolbano yang dikerjakan dengan dana desa senilai 496 juta.

Jalan sepanjang 713 meter saat ini sebagian besar sudah mengalami kerusakan parah. Dari 713 meter, sekitar 400 meter ruas jalan tersebut sudah rusak.

Oleh sebab itu, Ketua Komisi 1 DPRD TTS mendorong agar dilakukan audit khusus untuk menghitung kerusakan ruas jalan tersebut dan mengetahui penyebab kerusakannya.

"Kalau menurut pemerintah desa dan TPK ruas jalan tersebut rusak akibat alam (hujan pada saat dikerjakan). Namun kalau kita lihat di lapangan kerusakan ruas jalan tersebut disebabkan karena kontruksi jalan dan penggunaan material yang tidak sesuai. Oleh sebab itu, alangkah lebih baik jika diaudit saja," ungkap Uksam Selan.

Jika ingin diperbaiki lanjut Uksam, Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) harus mendampingi secara penuh pemerintah desa Sei dalam melakukan perbaikan ruas jalan tersebut agar kualitas pekerjaan bisa benar-benar dijaga. Pasalnya, kerusakan yang saat ini terjadi sudah sangat parah.

" Ya kalau mau perbaiki harus pendampingan dari Dinas PMD," pintanya.

Sementara itu, Kades Sei, Oenos Bia mengaku, pihaknya sudah mengadakan musyawarah bersama masyarakat dan pihak suplair dari CV Mandiri Jaya untuk melakukan pembaikan ruas jalan tersebut. Nantinya, perbaikan ruas jalan tersebut akan dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat.

"Kami sudah rapat bersama masyarakat dan suplair. Semuanya sepakat untuk memperbaiki secara bersama-sama ruas jalan tersebut," ujarnya.

Ketua TPK, Dianus Boimau menjelaskan, pekerjaan ruas jalan di dusun 1 dikerjakan secara swadaya oleh masyarakat pada akhir April lalu. Pihak suplair, CV Mandiri Jaya hanya menyediakan bahan dan alat yang tidak ada di desa. Hingga saat ini, pembayaran hak pihak suplair diakuinya belum dibayar penuh. Baru sekitar 40 juta yang dibayarkan.

"Ini pekerjaan juga belum selesai kakak. Bahu jalan, talud, drainase dan deker belum selesai. Kita akan perbaiki ruas jalan ini dalam waktu dekat," pungkasnya.

Pantau Pos-Kupang.com, rombongan komisi 1 yang di pimpin Ketua komisi 1, Uksam Selan, Wakil Ketua Komisi 1, Hendrik Babys, Sekertaris komisi 1, Lusi Tusalakh, Anggota komisi 1, Thomas Lopo, Joran Fahik, Yudit Selan dan Gustaf Nabuasa memantau pekerjaan ruas jalan di dusun 1 yang sudah rusak.

Bupati Willy Lay Pertama Dicoklit, Ini Pemilih Potensial di Belu 157.598 Jiwa untuk Pilkada 2020

Sidik Jari Yodi Prabowo, Editor Metro TV Tewas di Tepi Jalan Tol Ada di Pisau,Gestur Kekasih Disorot

Sebelum melakukan pemantauan lapangan, bersama Dinas PMD, komisi 1 mengadakan rapat bersama TPK dan pemerintah desa. (Laporan Reporter Pos-Kupang. Com, Dion Kota)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved