Ini Penjelasan dr. Asep Purnama Saat Rapat Percepatan Penanganan Covid 19 di Sikka
Rapat percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sikka di Aula BPBD Sikka, dihadiri Tim Dokter RSUD Maumere
Penulis: Aris Ninu | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM | MAUMERE - Rapat percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Sikka di Aula BPBD Sikka, Minggu (19/7/2020) sore juga dihadiri Tim Dokter RSUD Maumere.
dr. Asep Purnama dalam rapat itu memaparkan bagaimana cara penularan Covid-19 melaui droplep dan media (Kontak langsung dengan cairan seperti pilek, batuk, jabat tangan, peluk, media/alat yang terkena cairan)
Asep menegaskan, warga perlu menghindari ruangan berAC karena menyebabkan virus corona lebih mudah menyebar karena lembah.
• Forkompimda Sikka : Perlu SOP Pencegahan Corona
"Gejala yang paling umum: demam batuk kering, kelelahan dan gejala yang sedikit tidak umum yakni rasa tidak nyaman dan nyeri, nyeri tenggorokan, diare, konjungtivitis (mata merah), sakit kepala hilangnya indera perasa atau penciuman, ruam pada kulit, atau perubahan warna pada jari tangan atau jari kaki," ujar Asep.
Sementara itu, lanjutnya, gejala serius yakni kesulitan bernapas atau sesak napas, nyeri dada atau rasa tertekan pada dada, hilangnya kemampuan berbicara atau bergerak.
• Aneka Olahan Ikan dan Kelor dari UKM Mawar, Segar Sampai ke Tangan Konsumen
"Upaya Pemda Sikka bersama seluruh unsur tarkait bekerjasama dengan semua pihak agar tidak terjadi trans misi lokal seperti di Kupang, Sumba Timur dan Ende. Secara rasional kasus Covid-19 di indonesia masih meningkat dengan setiap hari 1.000 orang," ujar Asep.
Ia menyebut indikator menyetop wabah ini yakni menghentikan trans misi lokal, sediakan layanan optimal dari kesehatan dan pelayanan sosial dan ekonomi. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Aris Ninu)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kupang/foto/bank/originals/forkompimda-sikka-perlu-sop-pencegahan-corona.jpg)