Brigjen Johny Asadoma Jadi Kadiv Hubinter
Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengangkat Wakapolda NTT Brigjen Pol Johanis Asadoma sebagai Kadiv Hubinter Polri
POS-KUPANG.COM | KUPANG - Kapolri Jenderal Pol Idham Azis mengangkat Wakapolda NTT Brigjen Pol Johanis Asadoma sebagai Kepala Divisi Hubungan Internasional ( Kadiv Hubinter) Polri. Pria asal Pulau Alor yang akrab disapa Johny Asadoma menggantikan Irjen Pol Napoleon Bonaparte yang dicopot karena skandal surat jalan Djoko Tjandra.
Penunjukan Brigen Johny Asadoma tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor: ST/2076/VII/KEP/2020 tertanggal 17 Juli 2020 tentang Pemberhentian dari dan Pengangkatan dalam Jabatan di Lingkungan Polri. Surat diteken Asisten SDM Kapolri Irjen Pol Sutrisno Yudho Himawan.
• Pemkab TTU Tambah Modal Rp 50 M untuk Bank NTT
Wakapolda NTT akan dijabat Brigjen Pol Ama Kliment Dwikorjanto yang sebelumnya merupakan Irwil II Itwasum Polri.
Kabid Humas Polda NTT Kombes Pol Johanes Bangun membenarkan adanya mutasi jabatan tersebut. "Iya, benar," ujar Jo Bangun saat dikonfirmasi via telepon, Jumat malam
Selain Napoleon, dua pejabat Div Hubinter Polri juga dimutasi. Mereka yakni Ses NCB Interpol Indonesia Brigjen Pol Nugroho Slamet Wibowo dan Kabagkonvinter Set NCB Interpol Indonesia Kombes Pol Pol Aby Nursetyanto.
• Skim Merdeka Manjakan UMKM, 58 Tahun Bank NTT
Napoleon selanjutnya dimutasi sebagai Analis Kebijakan Utama Itwasum Polri. Adapun sebagai pengganti Nugroho yakni Brigjen Pol Amur Chandra Juli Buana yang saat ini menjabat sebagai Kadiklatsusjatanras Lemdiklat Polri.
Sementara itu, posisi yang ditinggalkan Amur diisi Aby Nursetyanto. Polri sebelumnya telah mencopot Karo Korwas PPNS Bareskrim Polri Brigjen Pol Prasetijo Utomo.
Wadirtipidum Bareskrim Polri Kombes Pol Andi Rian R Djajadi dipromosikan sebagai Karo Korwas PPNS Bareskrim, menggantikan Prasetijo.
Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Argo Yuwono mengonfirmasi mutasi Napoleon terkait dengan penyelidikan surat jalan Djoko Tjandra. Mutasi, kata dia, terkait dengan pelanggaran kode etik. "Iya, kelalaian dalam pengawasan staf," kata Argo, Jumat (17/7). (hh/dtc)