Selasa, 5 Mei 2026

Sistem Ijon Masih Menjadi Momok Petani di Lakekun Barat

Sistem ijon sampai sejauh ini masih menjadi momok buat petani di Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka

Tayang:
Penulis: Edy Hayong | Editor: Kanis Jehola
POS-KUPANG.COM/Edi Hayon
Kepala Desa Lakekun Barat, Luan Martinus 

POS-KUPANG.COM | BETUN - Sistem ijon sampai sejauh ini masih menjadi momok buat petani di Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima, Kabupaten Malaka.

Pemerintah desa selalu berusaha memberikan keyakinan kepada petani bahwa sistem ijon sangat rugi. Tetapi semuanya kembali kepada petani sendiri karena saat ini di Desa sudah ada BumDes yang mustinya bisa dimanfaatkan.

Kepala Desa Lakekun Barat, Kecamatan Kobalima, Luan Martinus menyampaikan hal ini di ruang kerjanya, Jumat (17/7/2020).

Update Corona Kota Kupang : Pasien Positif Sembuh Bertambah Dua Orang

Dijelaskan Luan Martinus, produk unggulan di Desa Lakekun Barat adalah padi. Lahan pertanian basah cukup luas dibandingkan lahan kering. Total lahan yang ada sekitar 500 hektar dimana bibit padi yang ditanam baik dari RPM maupun pribadi.

Namun, katanya, kendala utama sekarang adalah kecendrungan petani berhubungan langsung dengan pelaku ijon. Ketika masa panen, maka pelaku ijon sudah turun ke petani mengambil hasil padi.

Dandim Komang Minta Orangtua Calon Prajurit Hindari Penipuan

Terhadap kondisi ini, Luan Martinus menegaskan, akan mengundang kelompok tani (poktan) saling evaluasi bersama. Ini dengan maksud mendapatkan gambaran hasil padi yang diperoleh petani juga bagaimana mereka menjual hasil ke pelaku ijon.

"Kita rencana undang 28 poktan di 9 dusun, 12 RT, 11 RW untuk evaluasi hasil pada musim tanam I hasil panen berapa ton di lahan sekitar 500 hektar. Rata-rata hasil selama ini 1 hektar sekitar 100 karung ukuran 20 kilogram. Kita juga akan undang pihak Dinas Pertanian memberikan materi soal manajemen pengelolaan hasil pertanian dengan bimtek," jelasnya. (Laporan Reporter POS-KUPANG.COM, Edi Hayong)

Sumber: Pos Kupang
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved