TRIBUN WIKKI

TRIBUN WIKI : Menikmati Panorama di Ksadan Takirin

Khususnya dari Kantor Desa Halimodok ke lokasi Ksadan sekitar dua kilometer masih jalan tanah, menanjak, sempit dan penuh dengan semak-semak.

Penulis: Teni Jenahas | Editor: Rosalina Woso
POS-KUPANG.COM/TENI JENAHAS
Bupati Belu, Willybrodus Lay bersama rombongan saat meninjau Ksadan Takirin, Jumat (10/7/2020). 

TRIBUN WIKI : Menikmati Panorama di Ksadan Takirin

POS KUPANG.COM| ATAMBUA----Ksadan Takirin merupakan tempat sidang para raja jaman dulu. Letaknya di Desa Halimodok, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu, Provinsi NTT.

Situs arkeologi ini berada persis di lereng bukit, dalam kawasan hutan lindung, sekitar 30 kilometer dari Atambua, Ibukota Kabupaten Belu dengan jarak tempuh hampir 45 menit. Jalan menuju Ksadan Takirin tidak semuanya bagus. Khususnya dari Kantor Desa Halimodok ke lokasi Ksadan sekitar dua kilometer masih jalan tanah, menanjak, sempit dan penuh dengan semak-semak.

Mungkin anda sedikit rasa lelah atau badan sakit karena goyangan kendaraan saat melewati jalan tak beraspal. Namun tidak perlu kecewa, sebab keindahan di lokasi Ksadan Takirin akan mengobati semuanya.

Daerah di sekitar Ksadan itu memiliki panorama yang menarik untuk dipandang. Dari segala sisi di tempat ini bisa menjadi spot foto yang menarik. Bila ditata lagi, tempat ini sunggug menarik dan menjadi destinasi wisata budaya menjanjikan di Belu.

Sejak ratusan tahun, Ksadan Takirin ini kurang terawat dan jarang dipublikasikan sehingga kurang dikenal publik, khususnya wisatawan.

Padahal, Ksadan Takirin ini memiliki histori tersendiri dan menarik untuk disimak seperti situs erkeologi lainnya di belahan dunia. Sesuai penuturan warga setempat, Ksadan Takirin ini sudah dibangun sekitar 400 tahun lalu. Tempat ini digunakan para raja untuk pertemuan serta membahas berbagai agenda yang menyangkut dengan tatanan kehidupan mereka, termasuk mengadili orang-orang yang bersalah.

Ksadan Takirin dibuat menggunakan batu alam yang disusun rapih dan berbentuk bundar. Tempat duduk raja disusun pakai batu. Ada dua pintu yakni pintu masuk dari arah timur dan pintu keluar ke arah barat.

Seiring dengan program pemerintah untuk pengembangan pariwsiata, Bupati Belu, Willybrodus Lay sempat meninjau Ksadan Takirin, Jumat (10/7/2020).

Bupati Willy Lay meninjau Ksadan tersebut usai menyerahkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) DD di Desa Halimodok. Ikut bersama Bupati yakni Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran, Jr bersama dua anggota DPRD Belu, Ketua TP PKK, Ny. Viviana Ng. Lay, beberapa pimpinan OPD, Camat Tasifeto Timur, Kades Halimodok dan masyarakat setempat.

Sekitar 30 menit, Bupati Willy Lay bersama rombongan meninjau Ksadan Takirin. Willy Lay merasa kagum dengan Ksadan Takirin dan panorama sekitar. Daya tarik sudah bagus, namun perlu penataan lebih lanjut, terutama pemugaran Ksadan.

Bupati Willy Lay menyarankan kepada pemerintah desa dan masyarakat agar membuat sejarah Ksadan Takirin secara baik agar bisa dipromosikan.

Lalu dibuat perdes tentang lokasi wisata budaya. Dasar perdes tersebut, pemerintah bisa mengintervensi dengan anggaran, baik lewat dana desa maupun APBD Kabupaten. (Laporan Reporter POS KUPANG.COM,
Teni Jenahas).

Sumber: Pos Kupang
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved